
Foto: Fotosearch
Memang, sih, sebagai teman yang baik, Anda diharapkan bisa jadi tempat berbagi, terutama saat lagi susah. Tapi, apa jadinya, tuh, jika teman menempel Anda setiap hari karena ungin curhat mengenai hal yang sama? Yang ada, kita malah bosan setengah mati. Waktu dan tenaga jadi terbuang, terutama hanya untuk mendengarkan uneg-unegnya. Sesekali, yuk, hindari curhat teman melalui cara-cara berikut!
Sibuk…sibuk…
Bisa jadi selama ini Anda dijadikan tempat curhat karena teman menganggap Anda tidak punya kerjaan. Jika dia rekan kerja, salah satu cara ampuh mengindarinya adalah dengan menyibukkan diri. Pasang earphone di telinga, dengarkan music, serta berpura-pura sedang membuat laporan kerja. Jangan pernah terlihat berleha-leha supaya dia sungkan menggangu Anda. Hehehe…
Siapkan 'alibi'
Saat ada tanda-tanda dia mau curhat panjang lebar, cegah dengan membuat berbagai alasan. Misalnya, pura-pura mau menelepon ibu atau browsing bahan pekerjaan. Jika melakukannya secara terus menerus, mungkin dia menyadari keengganan Anda untuk mendengarkan curhatannya.
Interupsi!
Kalau keburu terjebak, tidak perlu sungkan memotongnya saat dia lagi heboh-hebohnya bercerita. Kalau perlu, beri tanggapan yang justru berlawanan dengan suasanya hatinya. Contoh, saat dia menceritakan tentang pacarnya yang masih berhubungan dengan mantannya, tanggapi dengan, “Kayaknya mereka memang cocok, ya!” Hehehe. Kalau dia bete dan menganggap Anda tidak punya ‘hati’, dia jadi malas, deh, curhat ke Anda lagi.
Orang ketiga
Teman mengubah taktik dan mengajak kita jalan-jalan dengan iming-iming traktiran? Jangan sampai tergiur dan tolak tawarannya itu. Kalau merasa sayang, boleh saja, sih, pergi bersamanya. Asalkan, nih, ajak orang lain juga dengan harapan teman jadi enggan curhat. Jika dia tetap nekat, setidaknya Anda punya teman senasib yang turut jadi ‘tempat sampah’.
Stop koneksi
Ini di acara termudah untuk menolak curhat teman. Anggap sepi saja semua telepon, e-mail atau SMS darinya! Bila dia protes, jelaskan kalau kita lagi sibuk banget dan belum sempat untuk membalas pesan-pesannya. Mestinya, dengan begini, dia sadar kita lagi nggak pengen mendengar cerita-ceritanya.(f)
Sibuk…sibuk…
Bisa jadi selama ini Anda dijadikan tempat curhat karena teman menganggap Anda tidak punya kerjaan. Jika dia rekan kerja, salah satu cara ampuh mengindarinya adalah dengan menyibukkan diri. Pasang earphone di telinga, dengarkan music, serta berpura-pura sedang membuat laporan kerja. Jangan pernah terlihat berleha-leha supaya dia sungkan menggangu Anda. Hehehe…
Siapkan 'alibi'
Saat ada tanda-tanda dia mau curhat panjang lebar, cegah dengan membuat berbagai alasan. Misalnya, pura-pura mau menelepon ibu atau browsing bahan pekerjaan. Jika melakukannya secara terus menerus, mungkin dia menyadari keengganan Anda untuk mendengarkan curhatannya.
Interupsi!
Kalau keburu terjebak, tidak perlu sungkan memotongnya saat dia lagi heboh-hebohnya bercerita. Kalau perlu, beri tanggapan yang justru berlawanan dengan suasanya hatinya. Contoh, saat dia menceritakan tentang pacarnya yang masih berhubungan dengan mantannya, tanggapi dengan, “Kayaknya mereka memang cocok, ya!” Hehehe. Kalau dia bete dan menganggap Anda tidak punya ‘hati’, dia jadi malas, deh, curhat ke Anda lagi.
Orang ketiga
Teman mengubah taktik dan mengajak kita jalan-jalan dengan iming-iming traktiran? Jangan sampai tergiur dan tolak tawarannya itu. Kalau merasa sayang, boleh saja, sih, pergi bersamanya. Asalkan, nih, ajak orang lain juga dengan harapan teman jadi enggan curhat. Jika dia tetap nekat, setidaknya Anda punya teman senasib yang turut jadi ‘tempat sampah’.
Stop koneksi
Ini di acara termudah untuk menolak curhat teman. Anggap sepi saja semua telepon, e-mail atau SMS darinya! Bila dia protes, jelaskan kalau kita lagi sibuk banget dan belum sempat untuk membalas pesan-pesannya. Mestinya, dengan begini, dia sadar kita lagi nggak pengen mendengar cerita-ceritanya.(f)
Topic
#cuhatanhati


