Trending Topic
Setelah Medali Emas Olimpiade Rio, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Kembali Bersinar di China Open 2016 Super Series Premier

21 Nov 2016


Foto: PBSI

Indonesia kembali tersenyum setelah para pemain bulu tangkis terbaik menorehkan prestasi di ajang internasional. Kali ini, di China Open 2016 Super Series Premier yang berlangsung pada tanggal 15-20 November 2016 di Haixia Olympic Sport Center, Fuzhou, Tiongkok.
 
Dari lima partai, Indonesia menempatkan dua wakilnya di final pada tanggal 20 November. Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon bermain terlebih dulu untuk melawan ganda senior asal Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen. Bermain selama 49 menit, ganda putra peringkat tujuh dunia tersebut sukses mengalahkan pasangan nomor tiga dunia dengan skor 21-18, 22-20. Sehari sebelumnya di babak semifinal, Kevin/Gideon menyingkirkan unggulan pertama asal Tiongkok, Chai Biao/Hong Wei, dengan skor ketat 16-21, 26-24, 21-19.


Foto: PBSI
 
Di akhir babak kedua final, Kevin/Gideon yang dikenal dengan permainan cepat mereka ini sempat membuat jantung penonton berdetak lebih cepat. Maklum, ketika poin unggul 20-16 untuk Indonesia, Denmark sempat mengejar hingga 20-20, sehingga diperlukan selisih dua poin untuk meraih kemenangan. Untungnya, Kevin/Gideon sukses mematikan lawan.
 
“Ketika sudah mau game, saya malah tegang. Saya khawatir nggak jadi menang, karena ini merupakan pengalaman pertama saya di final super series premier,” ujar Kevin seperti yang dikutip dari situs PBSI.


Foto: PBSI
 
“Kami sempat terburu-buru ingin menyelesaikan pertandingan karena khawatir tersusul lawan. Ini malah jadi bumerang. Untung kami bisa tenang kembali dan menang,” tambah Marcus yang bersama Kevin pernah kalah dari ganda Denmark tersebut di Malaysia Open 2016 Super Series Premier.
 
China Open 2016 merupakan turnamen Super Series Premier (SSP), yaitu turnamen rutin bulu tangkis yang menyediakan poin tertinggi dan prize money terbesar. Total ada lima turnamen SSP. Selain China Open, ada juga Malaysia Open, All England, Indonesia Open, dan Denmark Open. Di bawah SSP, ada turnamen Super Series (SS), dengan poin dan hadiah sedikit lebih kecil dibandingkan turnamen SSP. Pemain top dunia biasanya mengikuti rangkaian dua turnamen tersebut, sedangkan pemain berperingkat rendah lebih sering berpartisipasi di turnamen international challenge, Grand Prix (GP), dan Grand Prix Gold (GP Gold) untuk mengatrol ranking terlebih dahulu, sebelum memenuhi kualifikasi untuk bermain di turnamen SS dan SSP.
 
Ini merupakan gelar Super Series Premier perdana bagi pasangan Kevin/Gideon. Sebelumnya, pasangan yang berusia 21 tahun dan 25 tahun ini menjuarai India Open 2016 Super Series dan Australia Open 2016 Super Series. Tahun ini, mereka menjadi ganda putra dengan koleksi Super Series terbanyak (3). Di awal tahun, Kevin/Gideon juga menjuarai Malaysia Open GP Gold, sebelum akhirnya ‘naik kelas’ menjuarai turnamen SS dan SSP tersebut.
 
Prestasi Kevin/Gideon ini tentulah menjadi angin segar bagi ganda putra Indonesia, setelah pasangan andalan kita Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dipisah pasca Olimpiade. Hendra Setiawan mundur dari pelatnas, sedangkan Mohammad Ahsan dipasangkan dengan Berry Angriawan.
 
Ganda campuran kebanggaan Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga naik ke podium di China Open 2016 Super Series Premier. Peraih medali emas olimpiade Rio ini harus berjuang tiga set, sebelum akhirnya menang 21-13, 22-24, 21-16 dari pasangan Tiongkok Zhang Nan/Li Yunhui di final.


Foto: PBSI
 
“Kami bersyukur bisa menang. Lawan tidak bisa dibilang mudah. Zhang Nan merupakan pemain berpengalaman, dia banyak meng-cover permainan. Tapi, kami bermain lebih sabar dan tenang di lapangan. Setelah menang Olimpiade, kami lebih percaya diri,” ujar Liliyana yang akrab disapa Butet ini.
 
Tahun ini, Butet/Owi meraih gelar-gelar yang cukup prestise. Selain medali emas Olimpiade Rio dan China Open 2016 SSP, mereka juga menjuarai turnamen Malaysia Open 2016 Super Series Premier.

Di China Open tahun ini, tuan rumah Tiongkok tidak meraih gelar satu pun. Berikut hasil lengkap turnamen China Open 2016 SSP:

Ganda putri: Chang Ye-na/Lee So-hee (Korea) vs Huang Dongping/Li Yunhui (Tiongkok) 13-21, 21-14, 21-17
Tunggal putri: Pusarla V. Shindu (India) vs Sun Yu (Tiongkok) 21-11, 17-21, 21-11
Ganda Putra: Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (Indonesia) vs Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) 21-18, 22-20
Tunggal putra: Jan O Jorgensen (Denmark) vs Chen Long (Tiongkok) 22-20, 21-13
Ganda campuran: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia) vs Zhang Nan/Li Yunhui (Tiongkok) 21-13, 22-24, 21-16 (f)

Baca juga:
Setelah Penantian 8 Tahun, Liliyana Natsir Akhirnya Meraih Medali Emas Olimpiade Rio 2016 Bersama Tontowi Ahmad
Mengintip Sisi Lain Tontowi Ahmad di Luar Lapangan Bulu Tangkis


Topic

#olahraga

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?