Trending Topic
Penemuan 7 Planet Baru Mirip Bumi yang Jadi Inspirasi Google Doodle, Benarkah Bisa Dihuni Manusia?

24 Feb 2017


Foto: Screeshoot Coogle, Space.com


Jika Anda memperhatikan Google pada hari Kamis (23/2), Google Doodle hari itu mengikuti pemberitaan terbaru dari dunia sains, berupa penemuan tujuh planet baru di luar tata surya kita. Yang menarik dari penemuan tersebut adalah ukuran planet-planet yang serupa dengan Bumi tempat kita tinggal. Ilmuwan yang menemukan juga menyebutkan kemungkinan planet-planet tadi bisa dihuni makhluk hidup.
 
Karena itu, doodle Google hari itu berupa animasi cute yang memperlihatkan bumi dan bulan tengah meneropong dan melihat tujuh planet tersebut. Doodle ini adalah buatan seniman Nate Swineheart, begitu yang disebutkan Google pada Google Doodle blog.
 
“Baru saja diumumkan! Bukan cuma debu di lensa teleskop: NASA baru mengumumkan penemua 7 planet seukuran bumi mengorbit satu bintang hanya berjarak 235 trilyun mil. Artinya, hal ini membuat kita saling bertetangga,” sebut Google dalam blog tersebut.
 
Penemuan tujuh planet baru tersebut diumumkan NASA pada hari Rabu (22/7). Disebutkan dalam Space.com, ketujuh planet ini terlihat mengitari satu bintang, yaitu bintang TRAPPIST-1, yang berada dalam konstelasi Akuarius, dan membentuk satu sistem tata surya.  Sistem planet luar tata surya ini (exoplanet) teridentifikasi oleh NASA menggunakan teleskop luar angkasa mereka, Spitzer, dengan bantuan beberapa teleskop di bumi.
 
Pada sistem tata surya berjarak sekitar 40 tahun cahaya dari bumi tersebut, planet-planet tadi diduga bisa ditinggali, terutama tiga dari tujuh planet yang diamati memiliki kondisi lingkungan sekitar yang cocok untuk keberadaan air tetap cair. Seperti yang diketahui, air adalah satu hal yang paling penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup


Foto: Space.com
 
Yang menarik lagi, jarak planetnya satu sama lain saling berdekatan. Jadi, jika memang bisa hidup di salah satunya, mungkin saja kita bisa melihat planet-planet tetangga yang lain. Bahkan, orbit ketujuh planet tadi sangat dekat pada TRAPPIST-1, lebih dekat dari jarak antara Merkurius dan matahari pada sistem tata surya kita. Karena bintang TRAPPIST-1 bisa dibilang sebagai bintang dingin karena suhunya lebih rendah dari bintang lain, kondisi lingkungan di tujuh exoplanet tadi suhunya pas untuk ditinggali,
 
Tapi, benarkah bahwa ketujuh planet baru tadi bisa dikunjungi dan ditinggali manusia?
 
Astronom Avivah Yamani kepada femina masih menyangsikan hal tersebut karena masih banyak faktor-faktor lain yang perlu diteliti untuk diyakini layak dihuni manusia.
 
“Tujuh planet yang ditemukan memang merupakan planet batuan seukuran bumi (disebut juga planet kebumian). Planet ini dekat dengan bintang TRAPPIST-1 yang sebenarnya lebih dingin dan lebih kecil dari matahari. Karena itu, planet-planet tersebut dapat tetap terima panas yang hampir sama intensitasnya dengan yang diterima bumi dari matahari. Kondisi ini memungkinkan air tetap dalam wujud cair. Tiga di antaranya diduga bisa punya lautan. Kondisi yang mirip bumi,” jelas penulis pada LangitSelatan.com ini.
 
Namun, Avivah melanjutkan, masih perlu dilakukan penelitian sebab TRAPPIST-1 adalah termasuk keluarga bintang katai merah, yaitu bintang yang sewaktu-waktu bisa menyemburkan partikel-partikel dalam angin bintang. Semburan ini bisa menyapu kehidupan planet-planet yang berada dekat banget dengan bintangnya.
 
Sebagai informasi, dari LangitSelatan.com, bintang katai merah merupakan bintang katai ultra dingin. Massa bintang ini 10 kali lebih kecil dan suhunya 4 kali lebih dingin daripada matahari. Sehingga, bintang ini memancarkan lebih sedikit cahaya dan juga panas.
 
“Namun, masih jauh sekali sampai bisa disebut planet-planet baru tadi bisa disebut sebagai planet yang bisa dihuni seperti bumi. Masih ada faktor-faktor lain yang harus diperhitungkan,” kata Avivah lagi.
 
Memang, Avivah tidak menyangkal bahwa mungkin saja suatu saat nanti manusia bisa mencapai planet-planet tadi, jika teknologi sudah bisa mewujudkannya. Tapi saat ini, dan beberapa saat di masa depan, mungkin masih belum.
 
“Misi berawak manusia ke ruang angkasa baru bisa mencapai bulan hingga saat ini. Misi berawak ke planet Mars yang dekat saja belum teruji. Serta, misi berawak juga belum bisa mencapai bintang terdekat dari bumi, Alpha Centauri (berjarak 4.3 tahun cahaya). Apalagi untuk ke TRAPPIST-1 yang berjarak 40 tahun cahaya,” sebut Avivah lagi.
 
Untuk jarak 40 tahun cahaya ini, berarti manusia memerlukan waktu selama 40 tahun untuk mencapainya. Dengan syarat, menggunakan pesawat yang bergerak dengan kecepatan cahaya. Jika gerakannya lebih lambat dari kecepatannya cahaya, tentunya akan lebih dari 40 tahun untuk sampai ke TRAPPIST-1. Sebagai gambaran, cahaya bergerak dengan kecepatan 300.000 km per detik dan setelah 1 tahun, cahaya bergerak hinga 10 triliun km. Bayangkan berapa jarak 40 tahun cahaya tersebut.
 
Sedangkan, hingga saat ini, belum ditemukan pesawat yang bisa bergerak dengan kecepatan cahaya. Meski, bukan tidak mungkin suatu saat nanti ditemukan. Seiring dengan ditemukannya hal-hal lain di alam semesta yang sangat luas ini.(f)


Baca juga:


Topic

#planetbaru

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?