Trending Topic
Mengenal Sadiq Khan, Anak Sopir Bus dan Penjahit yang Kini Menjadi Wali Kota London

9 May 2016


Foto: Instagram

Mei ini menjadi bulan yang bersejarah bagi London. Untuk pertama kalinya, ibu kota Inggris ini memilih seorang muslim untuk menjadi wali kota mereka, yaitu Sadiq Khan. Politisi Partai Buruh ini berhasil memperoleh 57% suara (lebih dari 1,3 juta votes), dan mengalahkan rivalnya, Zac Goldsmith dari Partai Konservatif, seperti yang dilansir dari Mirror.
 
Perjalanan Sadiq dalam meraih kemenangan ini tidaklah mudah. Latar belakang keluarga pria berusia 45 tahun ini membuatnya kerap diserang oleh lawan politiknya. Maklum, keluarga Sadiq adalah imigran dari Pakistan yang di Inggris masih menjadi kelompok minoritas. Ditambah lagi, orangtuanya adalah rakyat jelata. Sang ayah berprofesi sebagai sopir bus, sedangkan ibunya seorang penjahit.  Namun, Sadiq tidak malu dengan latar belakang keluarganya, bahkan mengungkapkannya blak-blakan.
 
Anak ke lima dari delapan bersaudara ini tumbuh besar bersama saudara dan orangtuanya di rumah tiga kamar di Earlsfield, Barat Daya Inggris. Dia pun berbagi kamar dengan saudara lelakinya hingga usia 20-an.
 
Pengalaman Sadiq di dunia politik sudah berlangsung sejak dia berusia 15 tahun. Saat masih duduk di bangku SMP, dia bergabung dengan Partai Buruh. Sadiq terinspirasi gurunya, Naz Bokhari, kepala sekolah yang beragama Islam. Saat itulah dia menyadari kalau warna kulit atau latar belakang bukanlah batasan untuk mencapai prestasi dalam hidup.
 
Seperti yang dikutip dari BBC, Sadiq yang merupakan pencinta sepak bola dan kriket awalnya tertarik menjadi dokter gigi dan sempat belajar ilmu pasti. Namun, belakangan dia berubah haluan hingga mempelajari hukum di University of North London.
 
Setelah magang sebagai pengacara di Christian Fisher, Sadiq sukses menjadi rekan dan firma tersebut berganti nama menjadi Christian Khan. Selama bekerja di sini Sadiq banyak membantu kasus-kasus pelanggaran HAM dan diskriminasi ras.
 
Setelah meninggalkan firma tersebut, pria dua anak ini terpilih sebagai anggota Parlemen untuk wilayah Toothing setelah melalui pemilihan umum Inggris Raya di tahun 2005. Dia pun dikenal sebagai politisi yang persuasif sekaligus bersinar. Di bawah pemerintahan Perdana Menteri Gordon Brown, Sadiq sempat menjadi Menteri Masyarakat dan Menteri Transportasi.
 
Sempat menjadi kabinet bayangan untuk London di bawah pimpinan Ed Miliband, Sadiq  mengundurkan diri di bulan Mei 2015. Dia pun menjadi nominasi calon wali kota Partai Buruh dan memenangkannya. Inilah yang mengantarkannya menjadi kandidat wali kota London tahun ini.
 
Di masa kampanye, Sadiq sering mendapat ‘serangan’ karena agama Islam yang dianutnya, termasuk dari rivalnya, Zac Goldsmith. Nggak sedikit, tuh, yang mengaitkan nama Sadiq dengan Islam yang ekstrem dan terorisme. Padahal sebagai muslim, Sadiq termasuk moderat. Di tahun 2013, dia pernah mendapatkan ancaman pembunuhan karena memberikan persetujuan terhadap Undang-undang pernikahan sesama jenis.
 
Namun ternyata, segala berita negatif tentang dirinya terkait agama dan latar belakang keluarga tidak melunturkan citranya. Terbukti, masyarakat tetap memilihnya hingga Sadiq resmi menjadi wali kota London pada tanggal 7 Mei lalu.
 
“Pemilihan ini bulanlah tanpa kontroversi. Namun, saya bangga London telah memilih ‘harapan’ dibandingkan ketakutan, dan persatuan dibandingkan antar grup,” ujarnya di pidato kemenangan seperti yang dilansir dari Mirror.
 
Ucapan selamat pun berdatangan dari politisi tenar. Salah satunya Hillary Clinton, istri mantan presiden Bill Clinton, dari partai Demorkat. melalui akun twitternya, @hillaryclinton.
 
“Anak sopir bus asal Pakistan, juara hak pekerja dan hak manusia, dan sekarang menjadi Wali kota London. Selamat @SadiqKhan.”
 
Kita tunggu kiprah Sadiq Khan selanjutnya!
 


Topic

#politisidunia

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?