Trending Topic
Mencari Ide Brilian dari Kampus

21 Apr 2016


Foto: NF

Dengan semangat Matsani dan Oktanio, mahasiswa teknik Fisika Institut Teknologi Bandung menjabarkan protipe pesawat amfibi yang ia teliti. Mengaku terinspirasi dari bentuk sayap Elang Jawa, mereka mencoba menciptakan pesawat yang bisa mendarat di atas permukaan air untuk menjaga territorial laut Indonesia yang luas. Penelitian ini adalah pemenang pertama dari ITB dalam Tanoto Student Research Award (TSRA) yang didukung oleh Tanoto Foundation, yang diumumkan kepada media, 20 April 2016, di Annex Building Jakarta.
           
“Pendiri Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto percaya bahwa pendidikan adalah faktor kunci dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Karena itu, pendidikan tersebut harus bermutu dan mudah diakses oleh semua orang, “ kata Sihol Aritonang, Ketua Pengurus Tanoto Foundation. Dan Tanoto Student Research Award merupakan salah satu bentuk upaya Tanoto Foundation dalam mendukung proses pembelajaran yang bermutu.
           
Dalam kesempatan ini, dipamerkan juara 1,2, dan 3 dari lima perguruan tinggi, yaitu Institut Teknologi bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Hasanudin. Cakupan penelitian yang dilakukan beragam dan menarik untuk dikembangkan. Misalnya, penelitian tentang pemanfaatan daun jambu biji untuk masker gel peel off antikomedo yang dilakukan Febi Dayanti, Hindun,dan Tri Ahadiyat dari jurusan farmasi Institut Teknologi Bandung yang memiliki potensi ekonomi. Ada pula penelitian Gusti Ruli Lestari dari jurusan teknik metalurgi Universitas Indonesia yang membuat bubur tulang dari hidroksiapatit kolagen dan ekstrak rumput laut cokelat,yang dapat dikembangkan sebagai material pengisi tulang yang patah dan keropos.

Dalam acara ini para peneliti muda tersebut mendapat masukan dari Donald Wihardja, pendiri Convergence Ventures, perusahaan  yang bergerak di bidang permodalan (major capital). “Untuk mendapatkan suntikan investasi, para peneliti juga perlu memikirkan sisi komersial. Pikirkan juga, apa kelebihan produk yang mereka teliti dibanding produk yang sudah ada, serta apa masalah yang ingin mereka pecahkan lewat penelitian itu,” ujarnya.

Yang juga perlu jadi perhatian adalah bagaimana memantau perkembangan penelitian-penelitian itu di masa depan dan memastikan penelitian itu kesinambungan. Sangat disayangkan jika penelitian awal yang sebetulnya berpotensi untuk menjadi produk yang sangat berguna, itu berhenti di laboratorium saja atau selesai setelah mahasiswa yang menelitinya lulus.


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?