
Foto: Stocksnap.io
Mei ini, kenaikan tarif listrik non-subsidi berkisar antara Rp 7/kWh-Rp 10/kWh. Perubahan tarif ini bisa setiap bulan karena mengikuti perubahan faktor ekonomi: kurs Rupiah terhadap dolar Amerika, perubahan harga minyak bumi dunia, dan inflasi. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengacu pada perubahan dua bulan sebelumnya untuk tarif bulan berjalan.
Berapa kenaikan tarif untuk pelanggan rumahan? Pelanggan rumah tangga termasuk kategori tarif tegangan rendah (TR) dengan tegangan 1.300 VA, 2.200 VA, sampai 6.600 VA ke atas. Kenaikannya di bulan Mei adalah Rp 10 per kWh. Jadi, yang harus dibayar pelanggan rumahan adalah Rp 1.353 per kWh.
Daripada menghitung berapa kenaikan tagihan yang harus dibayar bulan depan, lebih baik kita mulai menghemat pemakaian listrik di rumah. Terapkan 12 langkah dari PLN ini untuk lebih hemat listrik:
1/ Sebelum menambah barang elektronik baru di rumah Anda, cek www.sust-it.net. untuk mendapatkan informasi tentang jejak karbon yang dihasilkan masing-masing barang elektronik, dan besar penggunaan listriknya per hari. Pilih yang paling hemat listrik. Ada lebih dari 7.000 jenis barang elektronik dari segala merek, yang tersusun berdasarkan besar biaya listrik dalam mata uang poundsterling yang mudah dirupiahkan. Klik ini untuk saran lain memilih produk elektronik ramah lingkungan.
2/ Pilih lampu hemat energi. Lampu jenis LED yang paling hemat energi, kini sudah banyak tersedia. Lengkapi lampu TL dengan kondensor. Matikan lampu saat tidak digunakan, manfaatkan cahaya alami di siang hari lewat jendela.
3/ Nyalakan televisi, radio, tape recorder menyala saat Anda benar-benar ingin menonton atau mendengarkan musik. Segera matikan bila tidak digunakan. Umumnya, orang mematikan televisi dalam kondisi stand by, padahal cara ini tetap memakan daya. Cara terbaik adalah dengan mencabut stop kontaknya setiap kali mematikan teve.
4/ Setiap penurunan suhu (temperatur) untuk mendinginkan isi lemari es memerlukan tambahan energi listrik. Agar tidak terlalu boros penggunaan listriknya:
- Pilihlah lemari es/freezer yang hemat energi
- Sesuaikan ukuran lemari es dengan tingkat penggunaan dan jumlah anggota keluarga
- Jangan masukan makanan/minuman yang masih panas ke dalam kulkas/freezer
- Atur suhu udara sesuai dengan kebutuhan, suhunya jangan terlalu rendah, karena akan semakin banyak memakan energi listrik
- Tempatkan kulkas/freezer di tempat yang jauh dari sumber panas (kompor/sinar matahari)
- Tutup rapat dan buka seperlunya pintu lemari es/freezer
- Isi secukupnya (jangan terlalu penuh) agar peredaran udara dingin tidak terhambat.
6/ Atur suhu ruangan pada AC sesuai keperluan, jangan terlalu dingin. Matikan AC bila ruangan sudah tidak digunakan. Untuk penggunaan di kamar tidur, setel AC dengan timer. Gunakan hanya saat menjelang tidur.
7/ Rencanakan dengan baik masakan yang akan Anda buat, agar waktu menyala kompor, penanak nasi, dan oven listrik bisa seminimal mungkin.
8/ Jangan biarkan pemanas air menyala sepanjang hari. Nyalakan listrik beberapa saat sebelum digunakan, dan segera matikan kembali.
9/ Pasanglah pompa air listrik sesuai kebutuhan. Gunakan tangki penampung air, agar pompa air listrik bisa digunakan lebih teratur. Usahakan tidak menyalakan pompa air bila air di tangki masih bisa memenuhi kebutuhan
10/ Gunakan setrika listrik yang dengan panas yang sesuai dengan kebutuhan jenis pakaian.
11/ Bersihkan saringan debu pada vacuum cleaner secara rutin agar motor listrik tidak bekerja lebih berat karena akan menggunakan energi listrik lebih banyak. Matikan vacuum cleaner apabila motor menjadi panas atau terjadi perubahan suara motor. Kemungkinan terjadi sesuatu yang mengganggu kerja alat tersebut.
12/ Buka ventilasi atau jendela rumah untuk melancarkan aliran udara ke dalam rumah. Pilih kipas angin yang dilengkapi dengan pengatur waktu (timer) dan atur timer sesuai kebutuhan. (f)


