Trending Topic
Prestasi Dari Cosplay

9 Feb 2016


Tren cosplay kian meluas. Para cosplayer tak lagi malu untuk mengekspresikan kecintaan mereka pada karakter anime dengan kostum mereka yang menarik. Komunitasnya pun kian tumbuh dan tak hanya terpusat di Jakarta. Kini banyak yang hadir dari kota lain di luar Jakarta, atau bahkan di kota-kota kecilnya.

Tak hanya sekadar berkumpul bersama saat acara gathering berlangsung, para cosplayer pun kian berani  mengadu kualitas dalam kompetisi-kompetisi yang diadakan secara khusus. Bahkan, cosplayer Indonesia telah menorehkan prestasi yang gemilang di kancah internasional. Salah satunya adalah selama tiga kali berturut-turut menjadi juara satu dalam ajang Anime Festival Asia, dari tahun 2013 hingga 2015. Atau memenangkan juara 3 sebanyak dua kali dalam ajang bergengsi World Cosplay Summit pada tahun 2012 dan 2014.
 
   Di balik tiap penampilan menarik yang ditunjukkan oleh para cosplayer atau kemenangan yang diraih dalam kompetisi internasional, tentu ada kerja keras yang dicurahkan  tiap kali mereka membuat kostum tersebut. Terlebih bagi mereka yang membuat kostumnya sendiri.

Seperti yang diakui Maria Margareta Earlene, seorang cosplayer yang juga Vice Director Community Relation Cosplay Jakarta, bahwa masalah finansial normal dihadapi oleh para cosplayer. “Apalagi jika kita cukup produktif dalam membuat kostum, sehingga akan  makin banyak dana yang dikeluarkan untuk memilih bahan yang terkadang sulit didapat,” cerita Maria, yang pernah meniru berbagai karakter, salah satunya adalah Catwoman dan Ahri Popstar. 

Sementara bagi Pinky Lu Xun, seorang cosplayer profesional dan berkali-kali menjadi juri di berbagai kompetisi, kendala yang biasa dihadapinya adalah membuat pola kostum tersebut. “Ketika saya salah membuat pola kostum, maka otomatis saya harus membeli bahan yang baru. Lebih sulit lagi jika saya mencari bahan yang tak banyak tersedia di toko kain,” papar Pinky.

Kostum, make up, dan aksesori merupakan hal penting dalam dunia cosplay. Makin berkembangnya kebutuhan akan kostum, make up, dan aksesori khusus cosplay, kini mulai tumbuh peluang bisnis baru yang dapat memenuhi keperluan tersebut. Mulai dari make up artist khusus untuk karakter-karakter anime, pembuat aksesori, dan costume maker.

Salah satunya adalah Pinky sendiri. “Tiap kali saya menciptakan cosplay sebuah karakter, saya membuat sendiri kostum-kostumnya. Bahkan, demi hobi ini saya juga belajar mendesain dan menjahit,” cerita wanita yang pernah menirukan berbagai macam karakter, mulai dari karakter cantik, seksi, hingga menyeramkan, ini.

Untuk inspirasi cosplay-nya sendiri tak terbatas pada karakter-karakter kartun Jepang saja. Banyak juga cosplayer yang meniru karakter superhero dari Barat, seperti Superman, Batman, Catwoman, dan yang saat ini sedang banyak ditiru adalah Iron Man dengan baju besinya yang khas.

Jangan salah, karakter khas Indonesia juga tak kalah pamornya di kancah cosplay tanah air, seperti Gatot Kaca, Hanoman, ataupun Rama dan Sinta. "Beragamnya karakter yang menjadi inspirasi cosplayer adalah bukti bahwa cosplay itu bersifat dinamis, tidak hanya berpusat pada tokoh anime Jepang," jelas Ferdi.(f)
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?