
Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2015, Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI), 404 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia alami persoalan gizi buruk. Tak hanya gizi kurang, gizi berlebih juga menjadi persoalan yang serius. Terbukti dari hasil PSG, 11,9% balita alami gizi berlebih.
“Masalah gizi dialami oleh semua usia, berdampak terhadap kualitas SDM seperti kegagalan pertumbuhan, berat badan lahir rendah, pendek, kurus atau gemuk, dan dapat menghambat perkembangan kognitif,” kata Doddy Izwardy, Direktur Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, beberapa waktu lalu.
Doddy menambahkan, untuk mewujudkan masyarakat dengan gizi seimbang, Kemenkes RI mendorong untuk menerapkan 4 pilar yaitu, konsumsi pangan beraneka ragam, biasakan hidup sehat dan bersih, lakukan aktivitas fisik, dan pertahankan berat bedan tetap seimbang. (f)



