
Foto: AL
Manusia diciptakan dengan keunikannya masing-masing. Kita memiliki kelebihan dan kekurangan yang sebenarnya tidak membuat kita lebih rendah atau lebih tinggi dari manusia lainnya. Kesetaraan inilah yang dijunjung oleh Bali Deaf Community (BDC) sebagai komunitas muda mudi tuli asal Bali. Masih lanjutan acara Putri Sulamit "Berarti Lewat Hati", femina berkesempatan mempelajari bahasa isyarat yang digunakan oleh kaum tuli untuk berkomunikasi dalam acara "Deaf Talk" yang merupakan proyek sosial Putri Sulamit Denpasar, A.A Isti Dwi Jayanti pada tanggal 30 April 2017 lalu.
Ketua BDC, Gede Ade Putra Wirawan, menyampaikan melalui bahasa isyarat bahwa untuk benar-benar memahami perbedaan antara kaum tuli dan kaum dengar, kita harus terlebih dahulu mengenal budaya satu dan lainnya.
"Kalau kaum dengar berkomunikasi bisa dengan cara duduk berdampingan, kaum tuli harus berhadapan agar bisa membaca gerak bibir hingga ekspresi lawan bicara. Budaya kaum dengar bisa bebas berkomunikasi lewat ponsel, di sisi lain kaum tuli hanya bisa membaca teks saat menggunakan ponsel," jelas Ade.
Selanjutnya media diajak untuk mengenal abjad bisindo (bahasa isyarat Indonesia) untuk berkenalan dan berkomunikasi dengan teman-teman BDC sebagai rangkaian dari program cross culture atau pertukaran budaya. Komunitas yang terbentuk tanggal 29 September 2013 itu memang secara rutin mengadakan kelas bahasa isyarat setiap hari Minggu, baik di rumah Sanur BDC maupun terjun di acara Car Free Day di Denpasar. Harapannya dengan saling memahami budaya masing-masing maka tercapai kesetaraan di antara kaum dengar dan kaum tuli.
Di acara "Deaf Talk", Angkie Yudistia founder dari Thisable memotivasi teman-teman BDC agar berani mencapai mimpinya. Angkie pun mengajak semua yang hadir untuk berbagi cerita soal mimpi dan cita-citanya. Ternyata teman BDC memiliki mimpi yang sangat luar biasa, ada yang ingin menjadi guru, seniman, hingga astronot!
"Pendidikan sangat penting untuk mencapai kesetaraan, kita semua sama. Kalau sudah jadi orang yang berhasil, jangan lupa terhadap adik-adik kita yang juga membutuhkan dukungan," pesan Angkie melalui bahasa isyarat.
Selanjutnya media dilibatkan dalam permainan tebak kata menggunakan bahasa isyarat dan menyaksikan pembacaan puisi melalui gerak juga ekspresi yang diterjemahkan oleh teman BDC juga. Hari Minggu yang sangat seru dan berkesan! (f)
Baca juga:
Berkenalan dengan 7 Putri Sulamit yang Siap Berkarya untuk Sesama
Topic
#PutriSulamit



