Trending Topic
Beban Berat Rio Haryanto

24 Mar 2016


Minggu 20 Maret 2016 lalu, masyarakat Indonesia yang menonton balap mobil Formula One (F1) bertambah secara signifikan dari biasanya. Pasalnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia berhasil tembus dalam kualifikasi F1 berkat Rio Haryanto (23). Berlaga di Australian Grand Prix 2016 yang berlangsung di Melbourne, Rio yang berada dalam tim Manor Racing mengenakan seragam putih dan helm kuning akhirnya berhasil bersanding dengan jagoan F1 sekelas Sebastian Vettel dan Lewis Hamilton.
         
Namun sayang, keberuntungan belum berpihak pada pria kelahiran Solo ini. Ketika Fernando Alonso mengalami tabrakan dan balapan terpaksa dihentikan di putaran ke-17, tim Manor Racing menemukan masalah teknis sehingga Rio tidak bisa melanjutkan balapan. Kerusakan pada as roda kendaraan MRT05 yang ia tumpangi itu cukup serius. Sehingga berbahaya bila Rio memaksakan diri untuk melanjutkan balapannya.
         
Meski tidak berhasil mencapai garis finis di penampilan debutnya, Rio tetap didukung setia oleh para penggemarnya, baik yang menonton langsung di sirkuit Albert Park maupun dari Indonesia. Kehebohan di media sosial dengan tagar #RioAusGP2016 dan #R104F1 pun tidak terbendung dan menjadi trending topic. Meskipun, ada juga beberapa penggemar F1 lama yang justru mencibir melihat euforia seputar keiikutsertaan Rio di ajang balap paling bergengsi tersebut.
         
Memang, perjuangan Rio untuk sampai ke F1 bukan mulus tanpa hambatan. Dibutuhkan waktu hingga bertahun-tahun bagi Rio menempa diri dan bolak balik menjadi juara di ajang balapan F3, GP 3, GP 2 sejak 2008, hingga akhirnya dilirik Manor Racing untuk menjadi pembalap utama mereka.
Namun, yang paling menjadi kontroversi adalah karena modal yang diperlukan Rio hingga trilyunan rupiah dan memerlukan bantuan dari pemerintah. Uang ini bukan untuk Rio seorang. Pasalnya, F1 adalah olahraga tim yang melibatkan banyak kru. Belum lagi untuk penelitian dan pengembangan kendaraan, penyewaan sirkuit untuk latihan, perjalanan ke luar negeri untuk balapan, dan masih banyak lagi. 

Kemenpora meluncurkan program Solidaritas Merah Putih untuk menggalang dana, yang di hari pertama berhasil mengumpulkan sekitar Rp262juta. Kemudian muncul rumor bahwa Menpora Imam Nahrawi akan memotong gaji PNS demi membiayai Rio. Sebelum rumor tersebut dinyatakan tidak benar, manajemen Rio menyatakan tidak akan menerima bantuan dari pemerintah dengan cara tersebut.
         
Kontroversi juga terjadi saat penayangan balapan di stasiun televisi kabel. Bendera merah putih tak tampak saat grafis profil Rio. Dalam pernyataannya, F1 memastikan kesalahan ini tidak akan terulang di balapan-balapan selanjutnya.

Yang pasti, kegagalannya di Australian Grand Prix ini bukan berarti akhir dari perjuangan Rio di F1 tahun ini. Selanjutnya, ia akan berlaga di Bahrain Grand Prix yang akan berlangsung tanggal 1-3 April 2016. Kita doakan saja kali ini Rio akan mengharumkan nama Indonesia, dengan mencapai garis finish! (f)


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?