Trending Topic
NusantaRun: Berlari Ratusan Kilometer Untuk Menggalang Donasi

23 Dec 2017

Foto: Desiyusman Mendrofa

Bertempat di Alun-Alun Kota Purwokerto, Jawa Tengah, tepat pukul 22.00 WIB, Jumat (15/12) lalu, 97 peserta NusantaRun Chapter 5 memulai berlari. Mereka berlari menempuh jarak sejauh 127,9 km. Menyusuri jalanan kota Purwokerto dan Banjarnegara hingga ke dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah.

Peserta NusantaRun Chapter 5 dibagi dalam 2 kelompok. Kelompok pertama (full course) sebanyak 97 orang, sedangkan kelompok kedua (half course) sebanyak 127 orang yang menempuh jarak sekitar 64 km, mulai berlari dari Kantor Bupati Banjarnegara pada Sabtu (16/12) siang. Kemudian secara bersama-sama finish di Dieng pada Minggu (17/12).

NusantaRun merupakan ajang lari yang bertujuan untuk menularkan kebiasaan berolahraga lari dengan semangat mengumpulkan donasi untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia.

Ajang yang diinisiasi oleh Yayasan Lari Nusantara ini mulai digelar pada tahun 2013 lalu. Misi besarnya yaitu mengelilingi Indonesia sembari memajukan pendidikan dan kebudayaan di tiap kota yang disinggahi.

Christopher Tobing, co-founder NusantaRun mengatakan bahwa semangat ajang ini sama seperti saat pertama kali digelar, yaitu semangat untuk mendukung pengembangan pendidikan.

Christopher menambahkan bahwa sejak pertama digelar, ajang NusantaRun telah melewati kota Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, dan Purwokerto, sudah berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp4 miliar untuk berbagai organisasi kemanusiaan seperti Care4Kids Indonesia, Yayasan Pemimpin Anak Bangsa, Gerakan Nasional Orang Tua Asuh, dan Yayasan Intan Permata Purwokerto.

“Semoga donasi tahun ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” katanya di Alun-alun Kota Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat (15/12).

Kali ini, mereka akan menggalang donasi dari masyarakat disumbangkan lewat Indonesian Overseas Alumni (IOA) yang akan membuat program khusus untuk meningkatkan kualitas sekitar 400 guru SD di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo.

“Para pelari mengemban misi kemanusiaan untuk membangun kualitas pendidikan di daerah yang menjadi finish line,” tuturnya.

Selain dengan berlari, mereka menggalang donasi dari berbagai lapisan masyarakat dengan cara uniknya masing-masing, seperti kampanye di media sosial, pesan di aplikasi chatting, mengamen, hingga berjualan makanan.

Christopher berharap, antusiasme dan ketulusan para pelari bisa menginspirasi masyarakat untuk berdonasi. NunsantaRun tahun ini menargetkan donasi sebesar Rp2 miliar. Donasi diberikan melalui portal www.kitabisa.com yang akan berakhir pada akhir Januari 2018. Bagi yang ingin berdonasi, dapat menyerahkannya dengan mengunjungi www.kitabisa.com/nusantarun.

Donasi yang terkumpul akan sangat bermanfaat bagi pendidikan, sebab berdasarkan Hasil Uji Kompetensi Guru pada 2016 lalu, cara mengajar atau pedagogic, guru-guru SD di Banjarnegara dan Dieng menempati urutan terendah.

Padahal kualitas guru yang baik dapat membangkitkan potensi terbaik siswa, meningkatkan kreativitas, mengembangkan sikap inovatif, kepemimpinan, serta motivasi. “Fakta itu yang membuat kami menggaungkan gerakan Guruku Maju pada tahun ini,” ucapnya.
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?