
Foto: Dok. Menumbing Heritage Hotel
Hujan deras menyambut femina, tak lama berselang ketika pesawat mendarat di Bandar Udara Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka pada 17 September lalu, menyambut kami, awak media untuk menuju salah satu cagar budaya dan ikon bersejarah khas Pulau Bangka, Menumbing Heritage Hotel.
“Dulu ini adalah markas militer di tahun 1866 sebelum dijadikan hotel pada tahun 1980 oleh Ishak Buntaran,” cerita Derrick Buntaran, Managing Director Menumbing Heritage Hotel. Kini, hotel itu didapuk sebagai ikon Pangkalpinang oleh Badan Pariwisata Daerah setempat.
Beberapa tahun belakangan, pariwisata di Pangkalpinang memang tengah berkembang. Menumbing Heritage pun berbenah diri. Desain dirombak menjadi lebih modern, tanpa meninggalkan jejak sejarahnya. Dominasi warna putih yang khas, menghiasi setiap pelosok bangunan. Beberapa area bangunan masih dipertahankan seperti bangunan, seperti keramik tua yang menjadi lantai area business center.
Interior lobi hotel pun diwarnai oleh banyak foto-foto tua yang menceritakan banyak hal tentang Pulau Bangka, terutama kisah para pekerja di tambang timah. Kebaya encim warna putih berjejer cantik sebagai cermin lekatnya kota ini dengan budaya Tionghoa yang istimewa.
Letak hotel di jantung Pangkalpinang semakin memudahkan para pelancong yang ingin berwisata kuliner. Tepat di depan hotel, ada pasar tradisional bagi pelancong yang ingin melihat dan berbelanja ala warga lokal. Bisa jadi pilihan untuk liburan akhir tahun Anda. (f)
Topic
#Pangkalpinang




