
Foto: Fotosearch
Road trip atau perjalanan berkendara jarak jauh mungkin adalah salah satu budaya traveling klasik yang jarang terpikirkan oleh wisatawan masa kini. Padahal, banyak dari negara destinasi populer yang memiliki rute-rute dengan pemandangan spektakuler. Selain jauh dari kerumunan turis, mengemudi di jalanan asing juga memberikan sensasi adventure yang berbeda. Saat road trip, kita juga bisa bersentuhan langsung dengan kehidupan lokal masyarakat di tempat-tempat yang dilewati. Berikut ini beberapa rute road trip yang populer di dunia.

Route 66, Amerika Serikat
Iniah jalanan yang disebut the mother road. Tidak berlebihan memang nama yang disandangkan pada Route 66 ini, karena jalan ini memang membentang sepanjang 3.940 kilometer, dimulai dari Chicago di Illinois, melewati Missouri, Kansas, Oklahoma, New Mexico, Arizona, dan berakhir di Santa Monica di California. Kita tidak perlu terlalu ambisius untuk menyusuri seluruh Route 66 ini. Pilih rute yang terdekat saja dari kota singgah pilihan.
Route 66 sangat klasik dan menyimpan banyak sejarah Amerika. Ini adalah jalan utama untuk penduduk Amerika saat bermigrasi ke bagian barat di tahun 1930-an. Tak heran bila di sepanjang jalan, ekonomi pun ikut berkembang. Karena peranannya yang besar dalam sejarah inilah, maka berdiri asosiasi maupun yayasan untuk melestarikan Route 66.
Dengan jarak hampir 4 kali Pulau Jawa, bisa dibayangkan betapa kaya pengalaman yang akan didapat. Kehidupan lokal masyarakat di kota-kota kecil yang dilalui, terutama yang masuk ke negara bagian Texas, sungguh menarik dan berbeda dari kota-kota besar AS seperti New York atau Los Angeles. Kalau lelah, tinggal singgah di diner atau resto mungil dengan papan nama neon khas yang banyak terdapat di pinggir jalan. Setelah minum kopi atau makan pancake dengan chocolate milkshake yang lezat, melanjutkan perjalanan pun akan jadi lebih menyenangkan.

Cabot Trail, Kanada
Terletak di Provinsi Nova Scotia, Cabot Trail yang melingkari Cape Breton Island ini sudah lama terkenal di kalangan penikmat wisata adventure. Rute sepanjang 298 kilometer ini menyajikan pengalaman yang beragam, dengan highlight kawasan bagian utara, yaitu Cape Brenton Highland National Park, sebuah kawasan dataran tinggi yang dibelah sebuah aliran sungai. Taman nasional ini juga menjadi rumah bagi elang gundul, kawanan rusa berbadan besar, dan beruang hitam.
Pilihan lainnya, memancing di Cheticamp, whale-watching atau sekadar berjalan-jalan di sekitar pelabuhan dan mendengarkan kaok riuh burung-burung laut di Pleasant Bay. Atau yang juga tidak boleh dilewatkan adalah berkunjung ke desa-desa kecil yang masih mempertahankan kehidupan tradisional ala Prancis dan Skotlandia. Maklum, Kanada adalah negara dengan penduduk leluhurnya sebagian besar adalah imigran dari berbagai negara, termasuk dua negara di Eropa ini.
Agar puas menyusuri Cabot Trail, sebaiknya luangkan waktu selama 3 hari penuh. Kita juga bisa memilih, apakah akan mengambil jalur yang searah jarum jam atau yang berlawan arah dengan jarum jam. Keduanya sama-sama akan menyuguhkan pemandangan spektakuler. Apalagi bila perjalanan itu dilakukan di musim gugur, karena mata akan dimanjakan oeh warna dedaunan yang sudah berubah menjadi jingga layaknya di poster-poster pariwisata.

La Ruta Cuarenta (Route 40), Argentina
Anda pasti pernah mendengar cerita road trip legendaris Che Quevara --seorang tokoh Marxis Amerika Latin-- yang pernah difilmkan dengan judul The Motorcycle Diaries. Dikisahkan, perjalanan sepanjang 5.000 kilometer di Argentina inilah yang menginspirasi pilihan hidup Che yang revolusioner.
Kita bisa mengikuti jejak Che, dengan mencoba Route 40, rute yang dianggap tulang punggung negeri asal Lionel Messi ini. Perjalanan ini biasanya dimulai dari kilometer 0 di Cabo Virgenes (di Provinsi Santa Cruz) dan akan berakhir di La Quiaca (Provinsi Jujuy), dan akan menyeberangi 18 sungai, 20 taman nasional, dan menghubungkan 11 provinsi.
Rute ini dianggap mirip dengan Route 66 di AS, namun lebih panjang sedikit dan diselingi dengan daerah dataran tinggi begitu memasuki kawasan Abra del Acay di Provinsi Salta. Selama perjalanan, kita disuguhi pemandangan lanskap spektakuler, dari birunya pegunungan hingga lembah-lembah yang dipenuhi perkebunan anggur. Argentina memang salah satu negara penghasil anggur yang besar. Begitu memasuki kawasan Timur Laut yang terletak di dataran tinggi, Anda akan menemukan kota-kota kecil dengan budaya Inca dan Kolla yang masih kental.
Karena sudah menjadi objek yang ditawarkan untuk wisatawan, jalanan Route 40 sudah dibuat mulus oleh pemerintah Argentina. Namun, selain memegang peta, tak ada salahnya untuk bertanya pada warga lokal untuk memastikan kebenaran jalur Route 40. Saran lain, sebaiknya road trip dilakukan di musim dingin (Oktober-April), karena pada musim panas justru berpotensi banjir karena curah hujan yang tinggi.

Scottish Highlands, Skotlandia
Masih ingat Skyfall, rumah masa kecil James Bond yang dalam film terakhirnya hancur berantakan? Lokasi syuting di Skotlandia itu berhasil mencuri perhatian dan membuat negara di Inggris Raya itu masuk dalam daftar destinasi paling top menurut CNN Travel tahun 2013.
Scottish Highlands atau daerah dataran tinggi Skotlandia adalah tujuan utama bagi mereka yang pergi ke negara penghasil scotch whisky ini, terutama mereka yang ingin beralih dari kota besar. Dominasi langit kelabu, bukit hijau barbatu-batu, sungai dan danau kecil, serta hewan peternakan yang berkeliaran acuh tak acuh di pinggir jalan adalah ciri khas Skotlandia yang memesona.
Ada beberapa pilihan rute pemandangan atau scenic drive yang bisa dilakukan selama beberapa hari. Dari Glasgow, kita bisa berkendara sekitar 2 jam ke arah utara ke kota kecil bernama Oban, di mana sepanjang jalan kita akan menemui Loch Lomond dan Trossochs National Park. Dari Edinburgh, susuri Jalan A199 atau A1 menuju Musselburgh melewati Dirleton dan North Berwick, sambil menikmati pemandangan Laut Utara, singgah di desa-desa kecil, atau menengok reruntuhan 2 kastil. Atau, teruskan perjalanan hingga ke utara Highlands menuju Isle of Skye, untuk hiking di pulau terbesar di Skotlandia yang memiliki pemandangan dramatis.

New Delhi - Rajasthan, India
Soal wisata budaya, India adalah topnya. Meski kerap dinilai tidak ramah terhadap turis wanita, rasanya kurang ‘sah’ jadi globetrotter kalau belum mengunjungi India. Kali ini cobalah mengendarai mobil dari New Delhi ke Rajasthan dengan tujuan utama Kota Merah Jambu, nama lain Jaipur. Bersama Taj Mahal di Agra, New Delhi dan Rajasthan disebut-sebut sebagai golden triangle.
Di Delhi, kemacetan memang menjadi santapan sehari-hari. Namun, begitu Anda berhasil keluar dari ibu kota India ini dan memasuki Jaipur Highway --yang membawa Anda ke Rajasthan-- maka Anda akan menikmati jalan bebas hambatan yang sesungguhnya, plus pemandangan gurun pasir dengan gundukan-gundukannya di kiri kanan jalan. Yang paling terkenal adalah The Sam Sand Dunes, yang berlokasi sekitar 42 kilometer dari Jaisalmer, yang terletak di negara bagian Rajasthan. Wisatawan bisa menyewa tenda dan menikmati wisata kuliner serta budaya, termasuk tari-tarian khas India, di sini sambil menanti sunset yang spektakuler. Dan yang tak kalah menarik: camel safari.
Minimal Anda harus memiliki 5 hari agar bisa melakukan trip ini dengan puas. Beberapa tempat yang harus dikunjungi adalah Jaisalmer, Pokhran, dan Bikaner, di mana kuil Karni Mara berada.

The Garden Route, Afrika Selatan
Inilah jalanan langsing yang menjulur panjang di sepanjang tepi pantai datar dari kawasan Mossel Bay di barat menuju Plettenberg di timur. Banyak yang percaya, menyusuri The Garden Route ini adalah cara mudah (tapi indah) untuk mengenal Afrika Selatan, negeri asal mendiang Nelson Mandela.
Mengapa? Karena, di sepanjang 300 kilometer yang akan dilalui itu kita akan disuguhi kekayaan alam Afrika Selatan yang sesungguhnya: gunung-gunung dan deretan kebun anggur di satu sisi, dan pantai berkarang yang berselang-seling dengan pantai berpasir halus di sisi lain.
Selain bisa mampir untuk bermain-main di pantai, Anda juga akan melintasi hutan alam di kawasan Wilderness hingga Knysna. Artinya, jalanan menantang akan Anda temui dengan dipayungi pepohonan yang rindang di kanan-kiri jalan. Di kawasan ini juga ada atraksi birdwatching dan mendayung kano di sungai-sungai. Tapi, kalau ingin melemaskan kaki dengan berjalan-jalan juga tak kalah menarik sambil mengamati lebih dekat pohon-pohon tua yang berusia ratusan tahun.
Untuk makan? Jangan takut, di sepanjang jalan Anda bisa menemukan restoran dan hotel dengan standar prima. Sebaiknya jangan datang pada Desember-Januari, karena ini adalah peak season sehingga harga-harga tentu akan naik. (f)



