
Foto: Puji
Dalam perjalanan road trip mengikuti Datsun Risers Expedition, menjelajahi pelosok Sumatera, salah satu tempat yang disinggahi adalah Masjid Agung Madani, yang terletak di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), yang dibangun di kawasan Islamic Center Pasirpangaraian. Jauh dari kawasan permukiman, sore itu banyak anak-anak berkumpul di taman masjid. Anak lelaki berbusana jubah koko, sedangkan anak perempuan mengenakan jilbab. Rupanya, aktivitas mereka keseharian menjelang magrib adalah belajar iqra dan mengaji di masjid. Bagi warga Riau dan sekitarnya, masjid yang menjadi ikon daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk ini menjadi daya tarik untuk dikunjungi.
Dibangun sejak tahun 2008, masjid yang mampu menampung hingga 20.000 jemaah ini didirikan di atas lahan seluas 22 hektare, dengan luas bangunan 15.800 m². Di dalamnya terdapat aksesori yang memukau mata, seperti lampu gantung dari Italia, batu-batuan terbaik dari Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Kalimantan, hingga Turki, serta dikelilingi kaligrafi.
Kubahnya berdiameter 25 meter, dengan 4 unit menara setinggi 66 meter. Ada pula menara setinggi 99 meter yang bisa didaki dengan lift. Di atasnya, mengingatkan saya pada Monas. Saya bisa memandang panorama kota. Sore hari adalah waktu yang tepat, karena saat itu adalah peralihan dari terang ke gelap. Di antara jalanan kota, kompleks perkantoran, dan lautan sawit, saya juga bisa memandang Bukit Barisan di kejauhan. Turun dari atas menara, saya dikejutkan oleh keberadaan pelangi. Cantik sekali!
Masih ada lagi kejutan dari masjid ini. Ketika senja mulai surut, bangunan masjid ini sekejap bermandikan siraman lampu warna-warni, menghasilkan efek yang fotogenik. Cantik! (f)


