Tip Masak
Ini Beda Mentega, Margarin, dan Mentega Putih

29 Nov 2017


Foto: Pixabay
 
Beberapa waktu lalu, femina diuandang oleh Sinar Mas Agribusiness and Food untuk mengunjungi fasilitas Research and Development Centre milik mereka di kawasan Marunda.
 
Dalam tur sehari ini, Dr. Paul Wassell, selaku R&D Division Head dan Isti Christianti, selaku R&D Category Head, banyak berbagi informasi mengenai produk lemak yang biasanya digunakan dalam rumah tangga. Salah satunya informasi seputar perbedaan mentega, margarin, dan mentega putih.
 
Tahukah Anda apa saja perbedaannya?
 
1/ Mentega
Mentega atau butter merupakan produk lemak yang berasal dari hewan. Karena berasal dari hewan, mentega masih memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi. Biasanya, lemak jenis ini dihindari bagi yang memperhatikan kesehatan. Selain itu didalamnya juga terdapat kandungan air sekitar 20%.
 
Titik leleh mentega cukup rendah, antara 33 – 35° C, sehingga sulit untuk menyimpannya dalam suhu ruang di Jakarta. Diperlukan penyimpanan dalam lemari es agar tidak meleleh.
 
Mentega memiliki aroma harum gurih khas susu yang menggugah selera ketika digunakan dalam masakan.
 
2/ Margarin
Merupakan produk turunan dari minyak kelapa sawit dan mengandung lemak tak jenuh yang aman bagi kesehatan.
 
Minyak kelapa sawit yang berbentuk cair terlebih dahulu melewati proses penyuntikan hidrogen hingga padat. Dulunya, cara pembuatan margarin sempat menuai masalah karena disebut-sebut mengandung trans fat yang berbahaya bagi tubuh karena penggunaan zat hidrogen tersebut.
 
Namun seiring kemajuan teknologi, kini margarin tidak lagi mengandung trans fat. “Pemecahan struktur penggunaan zat hidrogen harus sampai tuntas untuk menghilangkan zat berbahaya tersebut,” jelas Isti.
 
Memilki kandungan air sekitar 16%, margarin memiliki titik leleh yang cukup tinggi sekitar 37 - 42° C. Hal tersebut yang membuat margarin aman disimpan dalam suhu ruang tanpa harus takut meleleh.
 
Karena berbahan dasar minyak kelapa sawit, margarin memiliki warna kuning lebih cerah dibanding mentega yang biasanya kuning pucat. Tidak adanya aroma susu layaknya mentega menjadi salah satu kekurangan margarin.
 
Sering kali para produsen menyiasati kekurangan tersebut dengan mencampurkannya dengan mentega hanya untuk mendapatkan aroma khasnya.
 
3/ Mentega Putih
Kerap disebut sebagai shortening, mentega putih biasanya berasal dari lemak hewani, lemak nabati, atau percampuran antara keduanya. Yang membedakan, shortening memiliki kandungan lemak penuh atau tidak ada kandungan air di dalamya.
 
Warnanya putih, tidak berbau, dan dengan tekstur lebih padat dibanding kedua lemak lainnya. Titik lelehnya pun lebih tinggi dibanding margarin, sekitar 40 – 44° C.
 
Selain berbentuk padat, shortening juga kerap dijumpai dalam bentuk cair. Di Indonesia, shortening kerap digunakan sebagai bahan pembuatan buttercream, campuran dalam adonan roti. Ada juga jenis mentega putih yang khusus digunakan untuk menggoreng. (f)

Baca juga:
5 Tipe Olesan Roti dari Pakar Roti Hadi Tuwendi
Kenali Perbedaan Tiga Jenis Tepung Terigu dan Kegunaannya
6 Jenis Buttercream untuk Membuat Kue
8 Bahan Pengganti untuk Membuat Kue


Helen Christianti


Topic

#tipdapur, #tipmasakt

 

polling
Pertimbangan Dalam Memilih Kartu Kredit

Belakangan ini bank makin kreatif dan gencar dalam meluncurkan kartu kredit. Mereka pun bersaing memberikan berbagai fasilitas untuk menggaet pengguna baru.