Makan Di Mana 

Masakan Jawa Asli


 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

Masakan Jawa Asli Femina
Tak mau dianggap melupakan dan tak berterima kasih pada masakan kampung halaman, Ratna Suhartono, wanita asal Kudus, mendedikasikan kecintaannya pada masakan Jawa dengan mendirikan resto Pendopo 21.  Di tempat ini, Anda yang selama ini terlalu sibuk dengan menu-menu ‘impor’, diajak untuk kembali mengingat kuliner yang membangun leluhur kita dan mungkin ayah-ibu kita ini. Menikmati sajian bersahaja penuh kejujuran dari tanah Jawa.

Walau telah dibuka sejak tahun 2009, femina baru saja mengenali Pendopo 21, lewat reputasinya sebagai katering menu Jawa. Rasanya akan sulit tak jatuh hati jika Anda sewaktu-waktu melihat kemampuan resto ini dalam menata nasi tumpeng berlauk masakan Jawa.   Pendopo 21 memang bukan menyajikan hidangan Indonesia ala fine-dining, namun tetap setia dengan kesederhanaan khas Jawa. Sesaat Anda melangkah masuk ke tempat makan yang berada di ruko ini, aroma bumbu liwet yang tengah digodok akan menyambut Anda dengan ramah. Hmmm….

Untuk memenuhi selera makan sang pemilik yang sangat njawani, Ratna sengaja menyewa seorang koki yang memiliki sebuah rumah makan kenamaan di Kudus. Koki ini memang digandeng di masa pembukaan untuk melatih semua masakan untuk tim Pendopo 21, dikarenakan keluarga Ratna yang memang telah lama menjadi pelanggan setianya, dan ingin menghadirkan masakan Jawa Tengah, khususnya dari Kota Kudus dan Semarang, dengan kelezatan yang sama, untuk Pendopo 21. Di cabang terbarunya di Mal Artha Gading, koki ini kembali hadir di Jakarta dan terjun khusus di dapur selama pesta pembukaan.

Selain Soto Ayam Kudus, masakan khas Kudus lainnya adalah Nasi Ayam Pindang. Mengingatkan akan jajanan di alun-alun Kota Kudus. Walaupun dimasak tidak dalam gaya angkringan atau dipanaskan di atas tungku, kuah pindang berbumbu keluak-santan-ketumbar (warnanya mirip rawon) ini tetap sedap kala tersiram panas di atas nasi pulen. Daun melinjo sebagai bahan wajibnya, hadir di antara ayam kampung suwir yang mengisi kuah. Porsi ayam pindangnya mungil, tapi rasa bumbunya ngeresep banget!

Tak sabar untuk beranjak ke nasi liwetnya? Seporsi Nasi Liwet yang gurih (ditanak bersama santan) ini terhidangan dengan dikelilingi telur bersiram areh, dan opor ayam, yang sedep. Untuk penggemar pedas, pesanlah Ayam Goreng Penyet. Yang ini pas ‘diredam’ dengan racikan minuman-minuman manis, seperti Es Durian Kopyor dan Es Jahe Kelapa.

Lokasi: Jl. Kelapa Hybrida Raya Blok RB1/#21, Kelapa Gading. Telp: (021) 4514255. Jam buka: 10.00 – 22.00 WIB. Harga: Rp18.000 – Rp40.000. Suasana: Nuansa Jawa tak terlalu kental karena pernik modern berkolaborasi dengan pajangan modern.

Trifitria S. Nuragustina


 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Topik Hari Ini Cinta Bumi  Femina
TOPIK Hari Ini
Cinta Bumi
Apa yang sudah Anda lakukan agar bumi lebih lestari?
KOMENTAR
27 Apr 2015 - Rianti22146
Kontribusi saya masih standar saja, tidak membuang sampah sembarang, mematikan listrik yang tidak perlu, meminimalkan pemakaian styrofoam dan plastik dan menghemat air dirumah.
22 Apr 2015 - Frirmalasari
Kontribusi saya sederhana yaitu tidak bercita-cita membangun rumah gedongan plus punya mobil lebih dari satu. Saya akan sebisa mungkin memanfaatkan transportasi publik dan meminimalisir penggunaan AC. 
22 Apr 2015 - indrifebianti
Manusia adalah makhluk yang paling sulit diatur, apalagi oleh manusia lain. Jadi segala sesuatu itu harus dimulai dari komitmen dan kesadaran pribadi kita sendiri dan berani mempertanggungjawabkannya. Tumbuhkan itu dulu, baru semua yang ingin kita ...



Majalah Edisi 17 (25 April - 1 Mei 2015) Femina  Edar 
Wednesday, 22 April 2015






  VIDEO