Belanja Minggu 

Pasar Poncol, 'Harta Karun' Tersembunyi


 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

Pasar Poncol,
Jangan tertipu oleh tampilannya. Dari luar mungkin akan terlihat seperti pasar loak biasa yang hanya menjajakan baju, tas, dan sepatu. Bahkan, untuk masuk pun Anda harus menyusuri lorong yang cukup gelap. Namun, di pasar yang terletak di belakang Stasiun Kereta Api Senen ini Anda bisa menemukan aneka barang bekas yang sungguh tak terduga. Kalau ditelusuri satu per satu, Anda akan menemukan juga kios-kios yang menjual peralatan rumah tangga, barang-barang elektronik, seperti blender dan mixer, peralatan pertukangan, spare part motor, mesin pemotong rumput, kompresor diesel, sampai mobil jip tua bekas!

Jika jeli, Anda bisa menemukan berbagai ‘harta karun‘ dari zaman baheula, seperti aksesori klasik model victoria, koper tua, tas dan dompet kulit, kamera analog, lampu hias, kaset-kaset lagu lama, plat, mesin ketik, telepon, hingga jam antik di gang-gang yang tempatnya agak tersembunyi. Memang, dibutuhkan kesabaran ekstra untuk mencari barang yang sesuai selera dan masih dalam kondisi 90% baik. Namun, tak perlu khawatir, sebab masing-masing kios menata barang dagangan mereka dengan sangat apik.

Harganya beragam, tergantung dari jenis barangnya. Untuk aksesori, seperti kalung, gelang, cincin, dan giwang bisa didapatkan dengan kisaran harga Rp5.000 sampai Rp150.000. Aneka jam antik dijual dengan harga Rp400.000 sampai Rp1,2 juta, tas dan dompet kulit Rp10.000 sampai Rp25.000, dan kamera analog Rp50.000 sampai Rp150.000. Harga barang-barang di sini relatif lebih murah dibandingkan dengan  yang biasa Anda temukan di pasar loak antik di Jalan Surabaya. Itu pun, Anda masih bisa menawar! (f)
           
Alamat: Jalan Kalibaru Timur Raya, Jakarta Pusat
Jam buka: Setiap hari, pukul 09.00-17.00 WIB




 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Topik Hari Ini
TOPIK Hari Ini
'Pamer' Si Kecil di Sosmed
Seberapa sering Anda memajang foto aktivitas anak Anda di media sosial?
KOMENTAR
26 May 2015 - Rury Paurisca
Sebagai seorang bunda, tumbuh kembang anak menjadi yang utama, dan tentu saja moment yang menggemaskan itu tidak mungkin dilewatkan begitu saja. Hampir setiap hari saya pasti upload foto si kecil di sosial media (path, facebook, atau instagram) dan i ...
26 May 2015 - risyagroove
Alasan saya mungkin lebih karena ingin mengabadikan moment ya moms, selain itu juga cara untuk mengabari sodara dan sohib tentang si kecil dan dari situ kita bisa bertukar kabar ya moms, apalagi saya pindah jauh dari kota asal saya :D



Majalah Edisi 21 (23 - 29 Mei 2015) Femina  Edar 
Wednesday, 20 May 2015






  VIDEO