
Rasanya tiap orang yang jatuh cinta akan menyebut kekasihnya sebagai pasangan jiwa. Namun, tidak bagi beberapa ilmuwan asal University of Toronto. Terutama setelah studi yang mereka lakukan pada tahun 2014 mengungkap bahwa makin sering Anda berpikiran bahwa kekasih adalah pasangan jiwa, maka akan makin berkurang kebahagiaan Anda dalam hubungan. Sebutan pasangan jiwa ini secara tidak langsung menimbulkan kecemasan berlebih. Terutama ketika hubungan Anda berdua mengalami masa-masa sulit. Begitu ada masalah, Anda mulai mempertanyakan, “Benarkah, dia pasangan jiwa saya?” Kalau begini terus, hubungan Anda tidak akan happy! (f)



