
Foto: 123RF
Cinta yang diikat janji pernikahan ternyata belum cukup ampuh untuk menahan hati seseorang jebakan kenangan bersama mantan. Menurut psikolog perkawinan dan keluarga dari Klinik Rumah Hati di Jakarta, Wulan Ayu Ramadhani, M.Psi., kenangan itu sendiri baru akan menjadi masalah ketika Anda ingin mengulangnya. Sejauh mana masalah hati yang satu ini bisa mengusik pernikahan Anda?
Pada dasarnya, inti dari move on adalah tentang mencintai diri sendiri. Bagi beberapa orang, bagian ini justru menjadi bagian terberat. “Rata-rata seseorang membutuhkan 11 minggu untuk pulih dari hubungan sebelumnya,” ungkap psikolog perkawinan dan keluarga dari Klinik Rumah Hati di Jakarta, Wulan Ayu Ramadhani, M.Psi. Demi mengkompensasi kegalauan hati ini, tak jarang orang melakukannya dengan mencari kekasih baru atau rebound.
“Sebenarnya, hubungan rebound ini lebih sering menyakiti daripada membantu karena itu berarti orang tersebut akan selalu mengandalkan orang lain untuk bisa bahagia dan membutuhkan validasi dari orang lain bahwa ia layak dicintai. Ini tidak menyembuhkan,” ungkap Wulan.
Berlama-lama dalam perasaan sulit move on bisa berisiko perselingkuhan. Perselingkuhan sebenarnya terjadi ketika ada hubungan lain di luar hubungan resmi atau eksklusif, seperti pernikahan atau pacaran. “Tapi, dalam penerapannya, definisinya bisa sangat subyektif,” ujar Wulan. Misal, punya panggilan sayang ke seseorang, mengirimkan pesan secara berkala, dan menceritakan sesuatu yang tidak diketahui oleh pasangan. Jika seseorang merasa bahwa dirinya terdorong ke suatu perselingkuhan, Wulan menyarankan:
- Sadari status Anda yang sudah menikah dan memiliki pasangan yang sah. Hubungan di luar itu hanya akan menambah masalah dalam hidup Anda.
- Pahami alasan perselingkuhan terjadi. Bisa jadi karena ketidakpuasan terhadap diri sendiri atau terhadap pasangan, yang disadari atau tidak. Setelah itu, perbaiki akar masalah.
- Waspada terhadap situasi-situasi yang memungkinkan perselingkuhan terus terjadi. Hindari situasi yang memungkinkan Anda berduaan saja dengan orang tersebut.
- Jadikan perkawinan Anda sebagai prioritas. Luangkan waktu berkualitas bersama pasangan. Lakukan kencan, nonton bioskop, berikan variasi dalam seks, atau sekadar olahraga bersama.
- Berhenti membandingkan pasangan dengan orang lain. Akan lebih baik jika waktu, emosi, dan biaya tersebut difokuskan menumbuhkan rasa percaya pada pasangan. (f)
Topic
#kenanganmantan


