Sebuah penelitian dari The John Hopkins University School of Medicine di Amerika Serikat menyebutkan bahwa seks oral merupakan salah satu cara berpindahnya human papillomarvirus (HPV), virus penyebab terjadinya kanker serviks. Cara kerjanya, dari serviks ke mulut yang bisa menyebabkan munculnya kanker mulut.
Namun risiko tertular akan lebih besar jika Anda atau pasangan sering berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seks. Nggak pelru takut khawatir, kok, terjangkitnya kanker mulut akibat seks oral masih terbilang rendah.
Gaya hidup nggak sehat seperti rokok atau alkohol justr masih jadi faktor utama pemicu penyakit ini. Bila merasa belum yakin, coba periksa ke klinik gigi untuk pengecekan kesehatan. Jadi dokter bisa memastikan apakah Anda dan suami membawa virus HPV atau nggak.
Sariawan bisa disebabkan banyak hal. Misalnya, kurang vitamin B12 dan zat besi. Bisa juga akibat infeksi virus atau bakteri sehingga menimbulkan reaksi imunologik abnormal di rongga mulut.
Sariawan bisa dicegah, kok, jika Anda selalu menjaga kebersihan rongga mulut, terutama setelah melakukan seks oral. CC
Namun risiko tertular akan lebih besar jika Anda atau pasangan sering berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seks. Nggak pelru takut khawatir, kok, terjangkitnya kanker mulut akibat seks oral masih terbilang rendah.
Gaya hidup nggak sehat seperti rokok atau alkohol justr masih jadi faktor utama pemicu penyakit ini. Bila merasa belum yakin, coba periksa ke klinik gigi untuk pengecekan kesehatan. Jadi dokter bisa memastikan apakah Anda dan suami membawa virus HPV atau nggak.
Sariawan bisa disebabkan banyak hal. Misalnya, kurang vitamin B12 dan zat besi. Bisa juga akibat infeksi virus atau bakteri sehingga menimbulkan reaksi imunologik abnormal di rongga mulut.
Sariawan bisa dicegah, kok, jika Anda selalu menjaga kebersihan rongga mulut, terutama setelah melakukan seks oral. CC


