Banyak banget informasi mengenai penyakit HPV. Namun, kita juga harus selektif supaya nggak salah kaprah. Nah, supaya lebih jelas mending tanya langsung sama pakarnya, dr. Gina Anindyajati dari Kilinik Yayasan Angsamerah yang berlokasi di Jln. Panglima Polim Raya 6, Blok A Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berikut CC paparkan beberapa mitos yang beredar di masyarakat, beserta penjelasan faktanya.
Mitos: Seks oral bebas resiko terkena kanker.
Faktanya => Banyak orang beranggapan seks oral lebih minim risiko terkena kanker dibandingkan penetrasi langsung. Padahal, nih, seks oral adalah salah satu penyebab terjadinya kanker mulut dan esofagus. Infeksi HPV oral berhubungan dengan kanker di bagian tenggorokan. Penelitian menunjukkan bahwa orang memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terinfeksi virus HPV, termasuk saat berhubungan seks oral.
Mitos: HPV tidak menular selama memakai kondom
Faktanya => Kondom memang mencegah terjadinya kontak langsung kulit kelamin antara pria dan wanita saat berhubungan seks. Meski dianggap efektif, risiko kegagalan tetap ada, misalnya apabila kondom sobek. Simpan kondom dengan hati-hati, dan gunakan kondom dengan kualitas baik untuk mencegah terjadinya infeksi menular seksual.
Mitos: Jika sudah mendapatkan vaksin HPV tidak perlu khawatir terkena kanker serviks.
Faktanya => Terdapat lebih dari 120 tipe Virus HPV, dengan 30 – 40 di antaranya disebarkan melalui kontak seksual. Sedangkan, Vaksin HPV yang tersedia saat ini hanya berguna untuk melindungi diri dari infeksi empat tipe virus HPV yang paling sering ditemui—jadi masih ada kemungkinan terkena infeksi dari 116 tipe lainnya. Meski vaksin berfungsi untuk melindungi diri, upaya deteksi dini terhadap kanker serviks juga perlu dilakukan secara rutin.
Mitos: Kutil Kelamin merupakan penanda kanker
Faktanya => Kutil kelamin menunjukkan adanya infeksi oleh virus HPV, namun hal ini tidak selalu menjadi penanda kanker akibat HPV Tipe HPV dengan risiko rendah, yaitu tipe 6, 11, 42, 43, dan 44 dapat menyebabkan tumbuhnya kutil di kelamin. Sementara HPV risiko tinggi yaitu tipe 16, 18, 31, dan 45 adalah tipe yang dapat menyebabkan kanker di area kelamin ataupun di mulut dan tenggorokan.
Mitos: Hanya wanita saja
Faktanya => Vaksin HPV memang ditujukan untuk wanita, tapi pencegahan penularan HPV merupakan tanggung jawab semua orang, baik pria maupun wanita. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya angka kanker anus, penis, kanker mulut, dan tenggorakan yang terkait infeksi HPV pada pria.
Mitos: Seks oral bebas resiko terkena kanker.
Faktanya => Banyak orang beranggapan seks oral lebih minim risiko terkena kanker dibandingkan penetrasi langsung. Padahal, nih, seks oral adalah salah satu penyebab terjadinya kanker mulut dan esofagus. Infeksi HPV oral berhubungan dengan kanker di bagian tenggorokan. Penelitian menunjukkan bahwa orang memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terinfeksi virus HPV, termasuk saat berhubungan seks oral.
Mitos: HPV tidak menular selama memakai kondom
Faktanya => Kondom memang mencegah terjadinya kontak langsung kulit kelamin antara pria dan wanita saat berhubungan seks. Meski dianggap efektif, risiko kegagalan tetap ada, misalnya apabila kondom sobek. Simpan kondom dengan hati-hati, dan gunakan kondom dengan kualitas baik untuk mencegah terjadinya infeksi menular seksual.
Mitos: Jika sudah mendapatkan vaksin HPV tidak perlu khawatir terkena kanker serviks.
Faktanya => Terdapat lebih dari 120 tipe Virus HPV, dengan 30 – 40 di antaranya disebarkan melalui kontak seksual. Sedangkan, Vaksin HPV yang tersedia saat ini hanya berguna untuk melindungi diri dari infeksi empat tipe virus HPV yang paling sering ditemui—jadi masih ada kemungkinan terkena infeksi dari 116 tipe lainnya. Meski vaksin berfungsi untuk melindungi diri, upaya deteksi dini terhadap kanker serviks juga perlu dilakukan secara rutin.
Mitos: Kutil Kelamin merupakan penanda kanker
Faktanya => Kutil kelamin menunjukkan adanya infeksi oleh virus HPV, namun hal ini tidak selalu menjadi penanda kanker akibat HPV Tipe HPV dengan risiko rendah, yaitu tipe 6, 11, 42, 43, dan 44 dapat menyebabkan tumbuhnya kutil di kelamin. Sementara HPV risiko tinggi yaitu tipe 16, 18, 31, dan 45 adalah tipe yang dapat menyebabkan kanker di area kelamin ataupun di mulut dan tenggorokan.
Mitos: Hanya wanita saja
Faktanya => Vaksin HPV memang ditujukan untuk wanita, tapi pencegahan penularan HPV merupakan tanggung jawab semua orang, baik pria maupun wanita. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya angka kanker anus, penis, kanker mulut, dan tenggorakan yang terkait infeksi HPV pada pria.




