Reviews
Setan Jawa, Film Bisu Hitam Putih dengan Orkestra Gamelan dari Garin Nugroho dan Rahayu Supanggah

8 Sep 2016


Foto: KIR

Gelar maestro tampaknya tepat disandang oleh Garin Nugroho. Ada terobosan baru  darinya, Setan Jawa. Tampil beda, film bisu hitam putih itu diiringi orkestra gamelan yang dibawakan langsung oleh 20 pengrawit (pemusik gamelan) secara langsung.

“Ini film bisu pertama saya dan menjadi film bisu pertama di dunia yang diiringi gamelan. Tepat di 35 tahun saya berkarya, saya ingin menginspirasi teman-teman muda untuk menghasilkan terobosan baru yang lebih hebat di dunia film,” ujarnya dalam konferensi pers Setan Jawa di Galeri Indonesia Kaya, (22/8).


Dari kiri ke kanan: Asmara Abigail, Garin Nugroho, Heru Purwanto, Rahayu Supanggah
Foto: KIR

Setan Jawa merupakan proyek kolaborasi antara Garin Nugroho dan Rahayu Supanggah, seniman yang konsisten mempopulerkan gamelan Jawa ke warga dunia. Mereka bertemu kembali setelah 10 tahun lalu berkolaborasi dalam proyek Opera Jawa.

Setan Jawa mengangkat cerita mitologi Jawa pesugihan kandang bubrah dengan latar belakang abad 20. Garin menyesuaikannya dalam film tari kontemporer yang  terinspirasi karya Friedrich Wilhelm Murnau, Nosferatu. Film ini mendapat sambutan luar biasa ketika diputar selama dua hari, 3 dan 4 September lalu, di Gedung Teater Jakarta. Selain cerita menarik, kolaborasi tarian dalam film dan musik gamelan karya Rahayu Supanggah ini benar-benar melahirkan sebuah tontonan yang menakjubkan: indah, sensual, dan unik.

“Saya mengambil tema mistik karena sebetulnya tidak banyak film yang mengangkat  mistik pesugihan. Mistis pun sampai sekarang sangat populer. Semua mistis fenomena magic realism sedang aktual di berbagai negara hingga saat ini.

Bingkai sejarah awal abad 20 juga menjadi konsep yang menarik untuk dieksplorasi. Memungkinkan ekspresi film ini bergerak antara tradisi dan kontemporer dana beragam silang disiplin dan budaya, Film ini menyatukan perspektif kontemporer dengan tari tradisi, musik hingga fashion dalam ruang bebas interpretasi,” ujar Garin.

Rencananya film yang dibintangi pemain muda Asmara Abigail, serta penari profesional Heru Purwanto dan Luluk Ari ini juga akan diputar di pembukaan Night of Asia Pacific Triennial of Performing Arts, di Melbourne, pada Februari 2017. Setelahnya, Setan Jawa akan berkeliling dunia ke beberapa negara seperti Jerman, Filipina, dan Singapura. Uniknya, setiap negara akan bekerja sama dengan beragam komposer. Garin menjelaskan, di Zurich, Jerman, misalnya Setan Jawa akan bekerja sama dengan DJ, dan musik kontemporer. Sementara di Filipina akan diiringi musik rock.
“Kami akan berdiskusi dan memilih komposer terbaik di setiap daerah negara penyelenggara dan nantinya mereka berhak memilih jenis musik apa pun yang akan mengiringi Setan Jawa. Jadi akan timbul interpretasi beragam di setiap negara,” ujar Garin. (f)


Topic

#SetanJawa

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?