Money
Trik Atur Keuangan Setelah Memiliki Anak

11 Jan 2017


Foto: Fotosearch

Setelah dua atau tiga tahun pernikahan, idealnya kita telah melewati masa transisi dan sudah memiliki tempat tinggal sendiri. Keuangan juga lebih stabil. Di momen ini pula umumnya pasangan muda sudah memiliki anak sehingga bisa disebut sebagai keluarga utuh.
           
Seiring berjalannya waktu, kebutuhan pun makin meningkat yang mengharuskan kita untuk lebih bijak menggunakan uang. Selain cicilan tempat tinggal dan transportasi, kita juga harus mengalokasikan penghasilan untuk dana pensiun, dana pendidikan anak, dana darurat, hingga asuransi jiwa.
           
“Berhubung fokus keuangan kita di dua tahun pertama adalah DP tempat tinggal, dana darurat saat itu belum bisa dipenuhi. Setelah melaluinya, tentulah kita harus mengumpulkannya hingga enam kali gaji agar ada pegangan di kondisi darurat,” jelas Mike Rini Sutikno, CFP, perencana keuangan dari PT. Mitra Rencana Edukasi.
           
Selanjutnya, sisihkan dua puluh persen penghasilan untuk dana pensiun, dana pendidikan anak, dan asuransi jiwa. Yap, meski selama bekerja kita memperoleh dana pensiun dan jaminan hari tua dari BPJS Ketenagakerjaan, nggak ada salahnya menambahnya sendiri. Bisa berinvestasi lewat saham, reksa dana, atau pun logam mulia.
           
“Dana pendidikan juga diperlukan untuk kebutuhan anak di masa mendatang—yang jumlah biayanya akan berlipat ganda dibanding sekarang. Sedangkan asuransi jiwa sangatlah penting untuk proteksi keuangan bagi keluarga yang ditinggalkan,” tambah Mike.
           
Siap menjajal? (f)
 
Baca juga:
Subsidi untuk DP Rumah
Antara Investasi dan Asuransi
Mengapa Gaji Selalu kurang?

Vini Damayanti


Topic

#aturgaji