Money
Belajar Finansial dari 5 Film Hollywood

19 Apr 2017


 
Menonton film atau serial televisi adalah salah satu cara keluar dari rutinitas dan membuat kita terhibur. Tahukah Anda, film juga bisa membuat kita belajar keuangan. Seluk-beluk investasi dengan istilah-istilahnya yang rumit dan konsep keuangan yang bisa membuat kening berkerut, akan lebih mudah dipahami lewat film bertema finansial. Masih ingat karakter pialang saham Jordan Belfort yang diperankan Leonardo DiCaprio di film The Wolf of Wall Street (2013), atau Gordon Gecko yang diperankan Michael Douglas di film Wall Street: Money Never Sleeps (2010). Jangan hanya dilihat dramanya saja, tetapi kedua film tersebut juga bisa menjadi referensi tentang investasi. Berikut ini lima film dan serial televisi terbaru bertema finansial rekomendasi femina yang patut Anda tonton.

1/ Money Monster (2016)
Lee Gates yang diperankan oleh George Clooney adalah pembawa acara program bernama Money Monster, acara televisi yang membahas investasi dan rekomendasi saham. Saham pilihan Lee didasarkan pada analisis portofolio performa perusahaan. Ia memilih saham terbaik, lantas merekomendasikannya
kepada penonton. Suatu kali, saat sedang siaran, bersama produsernya, Patty (yang diperankan Julia Roberts), mereka dikejutkan kehadiran pria ke
studio sembari mengacungkan pistol. Pria bernama Kyle ini juga memasangkan rompi bermuatan bom pada Lee dan mengancam akan meledakannya. Kyle
ia mengaku kesal karena saham yang rekomendasi Lee membuatnya rugi 60.000 dolar AS, tabungan dan harta yang dimilikinya. Kyle datang menuntut jawaban, kenapa saham yang direkomendasikan Lee, bisa tiba-tiba merugi dalam waktu sekejap. Di bawah ancaman, bersama Patty, Lee mencoba
menuruti permintaan Kyle. Film yang disutradarai Jodie Foster ini mencoba menangkap fenomena kecurangan yang dilakukan konglomerat dan pemilik perusahaan besar, yang memanfaatkan celah hukum dan ketidaktahuan masyarakat awam.


 
Belajar soal Fraud
Diane Lester dari Ibis Capital dalam film ini mengatakan bahwa turunnya nilai saham Ibis secara drastis disebut fenomena black swan. Yaitu kondisi anomali yang bisa terjadi tanpa bisa diprediksi. Saham yang diprediksi naik, bisa saja tiba-tiba turun, lalu mengakibatkan efek domino dan kekacauan ekonomi. Dot com bubble atau gelembung teknologi informasi pada tahun 2001, yang ditandai dengan gagalnya banyak start-up di bidang teknologi informasi, adalah salah satu contoh black swan. Contoh lainnya adalah kehancuran investasi properti pada krisis finansial tahun 2008 di Amerika Serikat.

Di luar faktor fraud atau penipuan yang dilakukan lembaga investasi, banyak para trader mumpuni yang menyarankan untuk tidak gampang percaya dan menggantungkan pilihan sehat atas rekomendasi orang lain. Peter Lynch, seorang investor saham terkemuka, berpendapat, belilah saham dari perusahaan yang Anda kenali produknya, Anda pakai dan biasa Anda beli produknya. Itu adalah salah satu cara paling gampang. Cara lain, lakukan riset sendiri, membaca laporan keuangan, mempelajari strategi, dan berdiskusi dengan sesama investor, sebelum menentukan saham pilihan yang akan dibeli atau dijual.


Klik halaman berikutnya untuk melanjutkan

 

Ficky Yusrini


Topic

#filmdrama