
Foto: Stocksnap.io
Mudik, silaturahmi ke sanak keluarga, bagi-bagi uang ‘salam tempel’, belum lagi liburan saat libur. Lebaran kemarin, tak heran bila segala kegiatan tersebut akhirnya menguras kantong.
THR yang diterima seperti lewat belaka. Kondisi itu diperburuk lagi gaji yang diterima di bulan saat Lebaran tiba juga ikut-ikutan terkuras. Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk menyikapi hal tersebut?
1/ Buat catatan. Hitung ulang anggaran hidup Anda selama tiga bulan ke depan. Prioritaskan anggaran pada pos-pos pengeluaran yang penting saja.
2/ Mulailah hitung semua pengeluaran yang telah dilakukan selama satu bulan lalu. Jadikan catatan tersebut sebagai acuan untuk perencanaan keuangan Lebaran di tahun depan.
3/ Dalam upaya memulihkan kondisi keuangan, prioritas utama Anda adalah biaya hidup yang pokok dan melunasi utang, jika ada. Apalagi jika utangnya adalah utang kartu kredit. Lunasi sesegera mungkin karena makin Anda menundanya, bunganya akan makin membengkak.
4/ Jangan menggunakan kartu kredit hingga seluruh utang konsumtif berhasil dilunasi.
5/ Tentukan apa yang dapat dihemat. Mungkin selama beberapa bulan ke depan, Anda harus merelakan jatah belanja online. Mengembalikan kesehatan keuangan Anda adalah prioritas utama saat ini.
6/ Kurangi jajan di luar.
7/ Jika sempat menggunakan tabungan atau menggadaikan aset untuk biaya Lebaran, setelah utang-utang dilunasi, alokasikan anggaran untuk segera menebus aset yang digadaikan. Setelah itu, Anda bisa kembali mengalokasikan anggaran untuk menabung dan berinvestasi dengan normal.
8/ Apabila ada pembelian barang yang sifatnya konsumtif, seperti barang elektronik, mobil atau motor, dan lainnya, sebaiknya barang tersebut dijual agar utang-utang Anda bisa lunas. (f)


