Anda pasti memiliki koleksi kain tenun, tapi mungkin Anda tidak mengenal nilai histori dari tenun tersebut. Nah, melalui buku Tenun, Handwoven Textiles of Indonesia, Anda akan menemukan jawaban dan bahkan lebih jatuh cinta pada tenun tradisional. Beberapa waktu lalu (6/4), bertempat di Hotel Sanur Beach Bali, Yayasan Cita Tenun Indonesia (CTI) mengadakan acara penandatanganan buku tersebut oleh Okke Hatta Rajasa.
Hadir pula beberapa tokoh nasional yang mendapat kehormatan untuk menerima buku yang telah ditandatangani, di antaranya Ketua Dekranasda Bali, Made Mangku Pastika, Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, dan Mirta Kartohadiprodjo, selaku Dewan Pembina Femina Group. Buku yang berisi tentang uraian kain tenun dari berbagai daerah di Indonesia ini sengaja diterbitkan agar masyarakat dapat mengenal tenun sebagai kekayaan budaya dengan lebih dekat.
Usaha CTI untuk mengenalkan tenun tidak hanya sebatas lewat buku, mereka juga membidik pasar lebih luas melalui pameran-pameran bertaraf internasional. “Kami sudah memboyong para perajin tenun untuk mengikuti pameran di Paris dan Washington. Pada bulan April ini kami akan menuju London untuk turut memamerkan tenun,” papar Oke. CTI juga mendaftarkan kain tenun pada UNESCO sebagai warisan budaya sebagaimana batik yang telah sebelumnya mendapat pengakuan. Pada kesempatan ini juga diadakan diskusi panel yang membahas tentang strategi mengenalkan dan memasarkan tenun pada skala internasional. (WH)