Fashion News 

Kreasi Jumputan dalam Busana Muslim Dian Pelangi


 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

Kreasi Jumputan dalam Busana Muslim Dian Pelangi  Femina
Usia yang terbilang muda membuat perancang busana wanita muslim yang satu ini cukup menonjol. Didasari latar belakang keluarga yang memang sudah bergerak di bidang fashion dan membuat produk tenun, batik, serta jumputan Palembang dalam label Dian Pelangi, perancang yang bernama lengkap Dian Wahyu Utami ini tidak berpangku tangan saja meneruskan usaha kedua orang tuanya. Ia menciptakan diversifikasi label, mulai dari Tenun Pelangi, Batik Pelangi, baju pengantin dalam label Dian Pelangi Bride, hingga  busana siap pakai yang diproduksi massal, yaitu DP by Dian, yang spesifik mengeksplorasi busana kasual dari jumputan.

Idenya yang segar dan kejelian melihat peluang adalah senjata ampuh Dian menaklukkan pasar lokal maupun global. Para insan sadar fashion di Indonesia, termasuk yang muslim, menggemari produk yang beda namun dengan harga reasonable. Saat kain jumputan masih identik dengan acara formal dan kaum berusia matang, Dian justru mendobrak dengan inovasi dan modifikasi jumputan berwarna cerah untuk baju muslim sehari-hari agar kaum muda juga suka memakainya. Meskipun sempat kaget dengan permintaan pasar yang melonjak,  Dian juga tetap berusaha menjaga eksklusivitas labelnya. Peningkatan produksi pasti diusahakan agar pencinta produk DP bisa terpenuhi. Namun, semuanya dilakukan secara bertahap karena beberapa proses pembuatannya adalah handmade.

Untuk karakteristik pasar internasional, sedikit beda. Setelah mengikuti banyak pameran dan fashion show ke mancanegara, perancang termuda yang tergabung dalam APPMI ini cukup peka terhadap selera pasar. Jika penduduk muslim Arab menggemari busana berwarna gelap, di Paris justru sebaliknya, menggemari warna cerah dengan siluet busana berbentuk jaket. Sehingga, tak mengherankan, pada perjalanannya ke Paris untuk event International Fair of the Muslim World di Le Bourget Exhibition, akhir Desember tahun lalu, semua koleksinya hampir tak bersisa untuk dibawa pulang ke tanah air.

Antusiasme masyarakat Eropa, khususnya Paris, terhadap busana muslim Indonesia sangat bagus. Selain desain yang unik dan variasi bahan, kreativitas dalam hal pemakaian kerudung juga menjadi salah satu hal yang membuat Indonesia pantas dijadikan pelopor. Dian sering kali mendapatkan permintaan dari orang orang di jalan yang ingin tahu tentang cara memakai penutup kepala yang ia pakai.

Karya-karyanya yang banyak digemari memang mengundang banyak pihak untuk meniru rancangan Dian. Namun, desainer yang pernah diwawancara oleh CNN ini bisa menanggapinya dengan bijak, karena itu memang risiko bagi seorang fashion designer. “Meskipun banyak produk tiruan yang beredar di pasaran, untuk urusan kualitas bahan dan pembuatan pasti akan beda,” katanya, percaya diri. (f)




 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Topik Hari Ini Jangan Diam Femina
TOPIK Hari Ini
Jangan Diam
Jika Anda melihat perilaku kekerasan - secara verbal atau fisik - apa yang Anda lakukan?
KOMENTAR
23 Jun 2015 - indrifebianti
Suatu kali, ketika saya sedang naik motor, terlihat seorang ibu dan anaknya sedang jalan di pinggir jalan. Dari awal saya lihat, posisi si anak berada di sisi jalanan dan si ibu cuek-cuek aja sambil sibuk dengan hp-nya. Sepertinya si ibu tidak ped ...
22 Jun 2015 - diankh
Pernah sore hari ketika saya sedang berjalan-jalan di sebuah mall melihat seorang anak menangis dan ditampar berkali-kali oleh Ibunya sehingga menjadi tontonan beberapa pengunjung.Melihat kejadian tersebut saya segera menarik tangan Ibu tersebut dan  ...



Majalah Edisi 27 (4 - 10 Juli 2015) Femina  Edar 
Wednesday, 1 July 2015






  VIDEO