Pesta & Perayaan 

Puding Tapai Ketan Hijau


 
Rating Pengguna
Tingkat Kesulitan
:
Beri Rating Resep ini

Puding Tapai Ketan Hijau Femina
Bahan: 
Saus tapai ketan: 
  • 800 ml susu evaporated
  • 150 g tapai ketan hitam, siap pakai
  • 70 g gula pasir
  • 1½ sdm tepung maizena 
Lapisan kelapa:  
  • 600 ml air kelapa muda
  • 200 g daging kelapa muda
  • 100 g gula pasir
  • 1 bungkus (7 g) agar-agar bubuk warna putih 
Lapisan tapai ketan:
  • 120 g tapai ketan hijau, siap pakai
  • 600 ml air kelapa 
  • 80 g gula pasir
  • 1 bungkus (7 g) agar-agar bubuk warna putih
Cara Membuat: 
  1. Siapkan cetakan individual dalam bentuk dan jumlah sesuai selera Anda. Sisihkan. 
  2. Saus: Masukkan susu dan ketan ke dalam blender. Proses hingga halus (jika masih ada ketan yang padat, tidak apa-apa). 
  3. Tuang ke dalam panci, masukkan gula dan maizena, aduk rata. Nyalakan api kecil, panaskan hingga  mengental. Angkat. Sisihkan di lemari es.  
  4. Lapisan kelapa:  Masukkan air kelapa dan daging kelapa ke dalam blender. Proses hingga halus. Tuang ke dalam panci, masukkan gula dan agar-agar bubuk, aduk rata. Nyalakan api kecil, panaskan hingga mendidih. Angkat. 
  5. Tuang ke dalam tiap cetakan hingga 1/3 tinggi cetakan. Sisihkan di suhu ruang hingga permukaannya mulai memadat. Sisihkan.
  6. Lapisan tapai ketan: Masukkan air kelapa dan tapai ke dalam blender. Proses hingga halus (jika masih ada ketan yang padat, tidak apa-apa). 
  7. Tuang ke dalam panci, masukkan gula dan agar-agar bubuk, aduk rata.  Panaskan hingga mendidih menggunakan api kecil. Angkat. Sendokkan perlahan ke atas lapisan kelapa. Setelah mulai mengeras, ulangi langkah melapis hingga tercapai 6-7 lapisan. 
  8. Dinginkan di lemari es, sajikan disertai saus. (f)

Untuk 15 buah (@ 200 ml)



 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
POLING

Rentan Bullying
Menurut Anda bully adalah bentuk dari:

Melakukan kekerasan hanya secara fisik.
Mengumpat dengan kata-kata kasar atau membentak.
Menekan seseorang secara emosional.
Memberi tugas atau pekerjaan di luar batas.
Menghina atau memperolok.
Memandang remeh.
Mengabaikan.
Memanipulasi atau membohongi.
Memarahi terus-menerus.
Mengancam atau menakut-nakuti.
Kekerasan secara fisik dan emosional.
Topik Hari Ini
TOPIK Hari Ini
'Pamer' Si Kecil di Sosmed
Seberapa sering Anda memajang foto aktivitas anak Anda di media sosial?
KOMENTAR
27 May 2015 - NurlaeliUmar
Mengunggah foto ke media sosial, awalnya karena bangga dengan perkembangan dan prestasi anak. Tapi setelah melihat tayangan di televisi atas beberapa kasus penculikan oleh orang-orang yang berkenalan di media sosial, sedikit di batasi saja.
26 May 2015 - Rury Paurisca
Sebagai seorang bunda, tumbuh kembang anak menjadi yang utama, dan tentu saja moment yang menggemaskan itu tidak mungkin dilewatkan begitu saja. Hampir setiap hari saya pasti upload foto si kecil di sosial media (path, facebook, atau instagram) dan i ...
26 May 2015 - risyagroove
Alasan saya mungkin lebih karena ingin mengabadikan moment ya moms, selain itu juga cara untuk mengabari sodara dan sohib tentang si kecil dan dari situ kita bisa bertukar kabar ya moms, apalagi saya pindah jauh dari kota asal saya :D



Majalah Edisi 22 (30 Mei - 5 Juni 2015) Femina  Edar 
Wednesday, 27 May 2015






  VIDEO