Hidangan Internasional 

Bubur Telur Pitan (Cina)


 
Rating Pengguna
Tingkat Kesulitan
:
Beri Rating Resep ini

Bubur Telur Pitan (Cina) Femina
Bahan:
  • 200 g beras, tumbuk kasar, cuci bersih, tiriskan
  • 2 L air kaldu ayam
  • 2 sdt minyak wijen
  • 1 sdt garam
  • 1/2 sdt merica bubuk

Pelengkap:
  • 1/2 ekor ayam panggang merah, siap pakai, buang tulangnya, iris tipis*)
  • 2 butir telur pitan, potong kecil**)
  • 3 buah cakue, iris melintang 1 cm
  • 2 batang bawang daun, iris tipis
  • 50 g tongcay
  • 3 sdm kecap asin
  • 3 sdm sambal rawit merah

Cara membuat:
  1. Campur beras tumbuk bersama air kaldu, minyak wijen, garam, dan merica. Aduk rata, masak hingga menjadi bubur. Angkat.
  2. Sajikan bubur dengan pelengkap.
    
    *) Ayam panggang merah: Ayam panggang siap saji yang biasa dijual di restoran Cina. Berwarna merah dan biasanya digantung sebelum dipotong-potong.
    **) Telur pitan: Olahan telur bebek khas Cina, berwarna hitam dengan bagian tengahnya keabu-abuan. Dijual mentah dalam balutan gabah kering pada cangkangnya. Tersedia dalam kemasan plastik di toko-toko yang menjual bahan makanan khas Cina dan di pasar swalayan terkemuka. (f)

Untuk 6 porsi



 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
POLING

Rentan Bullying
Menurut Anda bully adalah bentuk dari:

Melakukan kekerasan hanya secara fisik.
Mengumpat dengan kata-kata kasar atau membentak.
Menekan seseorang secara emosional.
Memberi tugas atau pekerjaan di luar batas.
Menghina atau memperolok.
Memandang remeh.
Mengabaikan.
Memanipulasi atau membohongi.
Memarahi terus-menerus.
Mengancam atau menakut-nakuti.
Kekerasan secara fisik dan emosional.
Topik Hari Ini
TOPIK Hari Ini
'Pamer' Si Kecil di Sosmed
Seberapa sering Anda memajang foto aktivitas anak Anda di media sosial?
KOMENTAR
27 May 2015 - NurlaeliUmar
Mengunggah foto ke media sosial, awalnya karena bangga dengan perkembangan dan prestasi anak. Tapi setelah melihat tayangan di televisi atas beberapa kasus penculikan oleh orang-orang yang berkenalan di media sosial, sedikit di batasi saja.
26 May 2015 - Rury Paurisca
Sebagai seorang bunda, tumbuh kembang anak menjadi yang utama, dan tentu saja moment yang menggemaskan itu tidak mungkin dilewatkan begitu saja. Hampir setiap hari saya pasti upload foto si kecil di sosial media (path, facebook, atau instagram) dan i ...
26 May 2015 - risyagroove
Alasan saya mungkin lebih karena ingin mengabadikan moment ya moms, selain itu juga cara untuk mengabari sodara dan sohib tentang si kecil dan dari situ kita bisa bertukar kabar ya moms, apalagi saya pindah jauh dari kota asal saya :D



Majalah Edisi 22 (30 Mei - 5 Juni 2015) Femina  Edar 
Wednesday, 27 May 2015






  VIDEO