Hidangan Internasional 

Beef Belly with Tomato Concasse


 
Rating Pengguna
Tingkat Kesulitan
:
Kalori Per Potong
: 310 kkal/porsi
Beri Rating Resep ini

Beef Belly with Tomato Concasse  Femina
Bahan :
1.200 g daging sapi bagian sam can, potong-potong
2 sdt garam
2 sdt merica hitam bubuk
10 g demi-glace powder, larutkan dengan 1L air
150 ml saus tomat
2 sdm    gula pasir
Tomato concasse:
Air untuk merebus
½ kg tomat, kerat menyilang di kedua ujungnya
2 sdm minyak, untuk menumis
75 g bawang bombay, cincang halus
50 g wortel, potong dadu kecil
1 siung bawang putih, cincang halus
3 sdm    pasta tomat
100 ml air
1 sdm gula pasir
1 sdm    daun basil cincang
1 sdm oregano cincang
Pelengkap:
Nasi pilaf*)
Mixed salad

Cara membuat:
-    Lumuri daging sapi dengan garam dan merica, diamkan selama 15 menit. Sisihkan.
-    Siapkan pinggan tahan panas, masukkan  larutan demi-glace, saus tomat, gula, dan daging sapi. Tutup pinggan dengan kertas aluminium.
-    Panggang dalam oven panas suhu 200° C selama 2 jam atau sampai matang, angkat. Tiriskan daging sari sausnya, sisihkan.
-    Tomato concasse: Didihkan air, masukkan tomat selama kurang lebih 1 menit, angkat. Kupas kulitnya. Potong-potong tomat bentuk dadu 1 cm.
-    Panaskan minyak,  tumis bawang bombay, wortel, dan bawang putih hingga harum, masukkan pasta tomat, aduk rata.
-    Masukkan potongan tomat, air, dan gula, aduk rata. Masak hingga semua bahan matang. Bubuhi basil dan oregano, aduk rata.
-    Sajikan hangat  bersama siraman tomato concasse dan pelengkap.

*) Nasi pilaf: Nasi yang terbuat dari beras pilaf yang berasal dari Mediterania. Bentuk bulirnya panjang dan ramping. Dijual di pasar swalayan terkemuka.

 Untuk 6 porsi



 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Topik Hari Ini Curhat Medsos Femina
TOPIK Hari Ini
Curhat Medsos
Media sosial memang sudah seperti reality show. Selain sharing informasi, tak jarang juga kita menemukan status berisi curhatan, keluh kesah, atau gerutuan tentang masalah yang dihadapi. Perlu nggak sih, kita ikut campur, sampai berkomentar menghakimi tentang curhatan mereka ini?
KOMENTAR
03 Sep 2015 - intifada
kalau menurut saya, apabila topik yang dibicarakan seru untuk dibahas dan perlu dikomentari ya komentar saja toh kan itu sudah milik publik karena dishare di media sosial. kalau pun kita sudah merasa gerah dan risih dengan postingan yang menurut kita ...
02 Sep 2015 - susanzahara
Saya rasa gak perlu......!!, kalo curhatannya mulai bikin gerah dan risih mending unfollow aja. Rasanya menghakimi itu sangat tidak etis dan gak ada untungnya.
02 Sep 2015 - theo b.mobile
males komen gosip2 artis n isu2, terutama yg sensitif kaya SARA.. mendingan liatin aja.. tapi adakalanya perlu bersuara



Majalah F35-2015 Femina  Edar 
Wednesday, 2 September 2015






  VIDEO