Hidangan Indonesia 

Laksa Palembang


 
Rating Pengguna
Tingkat Kesulitan
:
Kalori Per Potong
: 283 kkal/porsi
Beri Rating Resep ini

Laksa Palembang Femina
Bahan:
  • 3 sdm minyak sayur, untuk menumis
  • 1 L air kaldu ikan
  • 500 ml santan kental, dari 1 butir kelapa parut
  • 3 lembar daun salam
  • 250 g ikan gabus, rebus, suwir dagingnya
  • 1½ sdt garam
  • ½ sdt merica putih bubuk
  • Bawang merah goreng, untuk taburan
Mi:
  • 500 ml air panas
  • 300 g tepung beras
  • 100 g tepung sagu
  • 1 sdm air kapur sirih
Bumbu, haluskan:
  • 50 g kelapa parut, sangrai
  • 8 siung bawang putih
  • 2 cm lengkuas
  • 2 cm kencur
  • 1 sdt ketumbar
Cara membuat:
  1. Mi: Campur semua bahan, aduk rata hingga panasnya berkurang. Uleni hingga adonan licin. Potong bentuk mi dengan bantuan alat penggiling mi. Lalu pilin mi hingga berbentuk seperti pempek keriting. Lakukan hingga adonan habis.
  2. Kukus mi dalam dandang panas hingga matang (± 20 menit), angkat. Sisihkan.
  3. Panaskan minyak di dalam panci, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan air kaldu ikan, santan, dan daun salam, aduk rata. Masak di atas api kecil, sambil  aduk hingga mendidih (± 30 menit).
  4. Masukkan ikan suwir, garam, dan merica bubuk, masak sejenak (± 5 menit), angkat. Sisihkan.
  5. Susun mi di dalam mangkuk saji, siram dengan kuah panas beserta isinya. Taburi bawang merah goreng.
  6. Sajikan panas. (f)
Untuk 6 porsi



 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
POLING

Rentan Bullying
Menurut Anda bully adalah bentuk dari:

Melakukan kekerasan hanya secara fisik.
Mengumpat dengan kata-kata kasar atau membentak.
Menekan seseorang secara emosional.
Memberi tugas atau pekerjaan di luar batas.
Menghina atau memperolok.
Memandang remeh.
Mengabaikan.
Memanipulasi atau membohongi.
Memarahi terus-menerus.
Mengancam atau menakut-nakuti.
Kekerasan secara fisik dan emosional.
Topik Hari Ini
TOPIK Hari Ini
'Pamer' Si Kecil di Sosmed
Seberapa sering Anda memajang foto aktivitas anak Anda di media sosial?
KOMENTAR
27 May 2015 - NurlaeliUmar
Mengunggah foto ke media sosial, awalnya karena bangga dengan perkembangan dan prestasi anak. Tapi setelah melihat tayangan di televisi atas beberapa kasus penculikan oleh orang-orang yang berkenalan di media sosial, sedikit di batasi saja.
26 May 2015 - Rury Paurisca
Sebagai seorang bunda, tumbuh kembang anak menjadi yang utama, dan tentu saja moment yang menggemaskan itu tidak mungkin dilewatkan begitu saja. Hampir setiap hari saya pasti upload foto si kecil di sosial media (path, facebook, atau instagram) dan i ...
26 May 2015 - risyagroove
Alasan saya mungkin lebih karena ingin mengabadikan moment ya moms, selain itu juga cara untuk mengabari sodara dan sohib tentang si kecil dan dari situ kita bisa bertukar kabar ya moms, apalagi saya pindah jauh dari kota asal saya :D



Majalah Edisi 22 (30 Mei - 5 Juni 2015) Femina  Edar 
Wednesday, 27 May 2015






  VIDEO