Info Produk 

Oven Konvensional


 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

Oven Konvensional Femina
Didesain menyatu dengan satu set kompor bertungku di atasnya. Jenis ini lebih umum ditemui di rumah tangga kelas menengah ke atas. Membutuhkan tenaga listrik, selain gas. 
Listrik digunakan untuk pekerjaan yang bersifat otomatis, seperti pengaturan suhu yang dikehendaki dan sejenis pemantik yang membuat api menyala di bagian atas dan bawah oven.  Pintu ovennya  lebih rapat, sehingga mampu mengunci panas. 
Kelebihan lainnya, memiliki lampu dan kapasitasnya besar. Kekurangannya, hot spot  alias panas yang tidak rata dalam oven, masih bisa terjadi. Penyebabnya yaitu panas yang terpusat lebih tinggi di area-area dekat titik api. Hal ini juga membuat kue yang dipanggang di rak atas matang lebih cepat. Demikian sebaliknya dengan kue di rak bawah, bagian dasarnya jadi lebih lekas matang. Kegiatan mengganti posisi loyang mau tak mau tetap harus Anda lakukan. 

Oven konvensional ada pula yang berdiri sendiri (built-in oven) dan versi digital. Perkara pengaturan suhu, jenis digital lebih akurat. Namun, dikompensasi dengan daya listriknya yang lebih tinggi. (f)


August 25, 2012



 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Topik Hari Ini Harga BBM Naik Femina
TOPIK Hari Ini
Harga BBM Naik
Setuju atau tidak dengan kenaikan harga BBM ini?
KOMENTAR
28 Nov 2014 - myrecipe
setuju..malah lebih baik dihilangkan..       .... uangnya jangan dijadikan BLT tapi jadikan dapur umum dengan variasi menu sangat sederhana alias tahu dan tempe contohnya,bagi mereka yang tak mampu dan para pengangguran. ...
28 Nov 2014 - ia_cantik
Saya setuju BBM naik. Untuk harga-harga kebutuhan sehari-hari ikut naik, itu pasti resiko. Tergantung bagaimana kita menyikapi dan menyiasatinya. Yang jelas, harus banyak penghematan di semua bidang, dan memenuhi kebutuhan tanpa melebihi pendapatan.  ...
25 Nov 2014 - RuryPaurisca
Saya setuju saja dengan kenaikan BBM yang ditentukan oleh pemerintah RI. Kenaikan BBM bersubsidi itu menurut saya merupakan pengalihan subsidi untuk yang lebih produktif dan menurut Presiden Jokowi itu juga merupakan jalan untuk mengalihkan anggaran  ...



Majalah Edisi 47 (29 November - 5 Desember 2014) Femina  Edar 
Wednesday, 26 November 2014






  VIDEO