Info Produk 

Oven Konvensional


 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

Oven Konvensional Femina
Didesain menyatu dengan satu set kompor bertungku di atasnya. Jenis ini lebih umum ditemui di rumah tangga kelas menengah ke atas. Membutuhkan tenaga listrik, selain gas. 
Listrik digunakan untuk pekerjaan yang bersifat otomatis, seperti pengaturan suhu yang dikehendaki dan sejenis pemantik yang membuat api menyala di bagian atas dan bawah oven.  Pintu ovennya  lebih rapat, sehingga mampu mengunci panas. 
Kelebihan lainnya, memiliki lampu dan kapasitasnya besar. Kekurangannya, hot spot  alias panas yang tidak rata dalam oven, masih bisa terjadi. Penyebabnya yaitu panas yang terpusat lebih tinggi di area-area dekat titik api. Hal ini juga membuat kue yang dipanggang di rak atas matang lebih cepat. Demikian sebaliknya dengan kue di rak bawah, bagian dasarnya jadi lebih lekas matang. Kegiatan mengganti posisi loyang mau tak mau tetap harus Anda lakukan. 

Oven konvensional ada pula yang berdiri sendiri (built-in oven) dan versi digital. Perkara pengaturan suhu, jenis digital lebih akurat. Namun, dikompensasi dengan daya listriknya yang lebih tinggi. (f)


August 25, 2012



 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Topik Hari Ini Maaf dan Lupakan Femina
TOPIK Hari Ini
Maaf dan Lupakan
Lebaran kali ini, ingin memaafkan siapa?
KOMENTAR
24 Jul 2014 - cita martinimobile
Saya ingin memaafkan diri saya sendiri atas kesalahan masa lalu yg selalu menimbulkan penyesalan. Terdengar egois memang, tapi saya ingib berbahagia dam ikhlas menjalani apa yg pernah saya alami, baik itu ksalahan atau anugerah. Saya harap bisa memul ...
24 Jul 2014 - dharmasanti putrimobile
Sudah setahun saya tidak membalas sms maupun email dan telpon darinya. Tahun ini saya akan lebih berbesar hati dan siap mengucapkan Minal Aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin



Majalah Edisi 30 (26 Juli - 8 Agustus 2014) Femina  Edar 
Wednesday, 23 July 2014






  VIDEO