Info Kuliner 

Proses Sederhana Tahu


 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

Proses Sederhana Tahu Femina

Membuat tahu ternyata tidak sulit. Persis mengadaptasi kisah Lord Liu An, tapi kini dilakukan dengan sengaja. Bahan utama tahu yang paling umum adalah kacang  kedelai kuning. Kacang tersebut direndam, digiling hingga menjadi bubur, lalu dimasak hingga mengental, seperti kepala susu. Lalu, adonan disaring dengan kain kasa hingga terpisah dari antara cairan dan ampasnya. Cairan inilah yang dikenal sebagai susu kedelai, sedangkan ampas biasanya diolah lebih lanjut menjadi tempe gembus.

Susu kedelai ini kemudian ditambahkan bahan pengental (koagulan) dan ditekan hingga memadat dalam cetakan. Untuk membuat tahu kuning Bandung, tinggal rendam tahu yang sudah jadi di dalam air kunyit. Ada juga yang menggunakan teknik cepat dengan menambahkan pewarna kuning makanan (berwarna lebih pekat).

Lantas, jika caranya hanya seperti itu kenapa bisa dijumpai begitu banyak jenis tahu dengan tekstur yang juga beragam? Ternyata ada beberapa faktor yang menentukan hasil akhir tahu. Kualitas bahan (umur kedelai dan kadar airnya), alat yang digunakan, metode pembuatan, suhu pemasakan sari kedelai, jenis koagulan, dan komposisi resep lah, yang memengaruhi tekstur dan cita rasa tahu," urai Dr.Ir.Nuri Andarwulan, MSi.

Yang paling umum membedakan koagulannya. Berikut beberapa jenis yang digunakan:

>> Sioko/gypsum/batu tahu
merupakan jenis koagulan terpopuler. Sebelum digunakan, batu tahu ini wajib dibakar, dihaluskan dan dilarutkan dalam air (5 gram batu tahu untuk 400 ml air) dan diendapkan semalaman. Larutan ini ditambahkan saat susu kedelai sedang dipanaskan pada suhu ±90ºC. Contohnya adalah tahu putih.

>> Kalsium sulfat (CaSO4)

Memberikan tekstur tahu yang cenderung lembut karena bahan ini punya daya ikat air tinggi dan rasanya netral. Umum digunakan di Cina untuk membuat doufu.
 
>> Kalsium atau magnesium klorida (CaCl2 atau MgCl2). Menghasilkan tahu yang sedikit asin dan bertekstur lembut. Karena daya ikat airnya rendah, tahu yang dihasilkannya tidak banyak. Digunakan untuk membuat tahu sutera. Di Jepang, dikenal sebagai nigari salt (magnesium) dan lushui salt (kalsium). Sedangkan di Indonesia, yang lebih banyak digunakan adalah kalsium klorida (CaCl2).(f)





 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Topik Hari Ini Sahur... Sahur! Femina
TOPIK Hari Ini
Sahur... Sahur!
Bagaimana cara Anda mengisi Ramadhan agar lebih bermakna?
KOMENTAR
22 Jul 2014 - maulafarha
Ramadhan thn niy bs bermakna karena sdh mnmpati rmh baru, si kk puasa wlwpun jeboly lbih bnyk dr thn yg lalu hny 5hr,thn niy gak ngitungin siy...hihihi...bs bantu orgtua yg tdk krj slm ramadhan,bs bliin daging buat lbaran wlwpun ikut arisan paket,pin ...
17 Jul 2014 - ernike
puasa kali  lebih banyak utk menenangkan diri dan keluar dari masalah yg rumit, mmhh..harus lebih yakin ada hikmah dibalik semua masalah krn itu rencana tuhan yg kita tdk tau, semoga saya bs lebih tegar ya
16 Jul 2014 - laylaizzah
Ramadhan kali ini berusaha mengajari jagoan kecilku ikut puasa.meskipun baru 4,5 tahun. Semoga berhasil lah..



Majalah Edisi 30 (26 Juli - 8 Agustus 2014) Femina  Edar 
Wednesday, 23 July 2014






  VIDEO