Info Kuliner 

Kupat Tahu Bandung, Jawa Barat


 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

Kupat Tahu Bandung, Jawa Barat Femina

Sekilas, penampilan kupat tahu sangat mirip dengan ketoprak. Bahan-bahannya memang mirip, yaitu ketupat, tahu, taoge, dan bumbu kacang. Bedanya, kupat tahu Bandung tidak memakai bihun. Selain itu, bumbu kacang pada kupat tahu terasa lebih manis, dengan warna saus kacang yang lebih pekat  dan lebih encer.

Komposisi saus kacang yang tepat adalah kunci kelezatan kupat tahu Bandung. Ditambah tahu kuning Bandung yang lembut, dan taburan bawang goreng serta kerupuk renyah, rasanya nikmat sekali! Menu yang satu ini terinspirasi pada gaya kupat tahu khas Parahyangan Tenggara, seperti Garut dan Tasikmalaya, dengan sedikit modifikasi. Kupat tahu Garut, misalnya, selain taoge, penduduk setempat menambahkan sayuran lain, seperti mentimun dan kol, plus telur asin.

Porsinya tidak terlalu besar, sehingga banyak warga Bandung yang menjadikannya sebagai menu favorit untuk makan pagi. Mendapatkannya pun sangat mudah, banyak dijajakan di gerobak maupun warung makan. Kalau Anda sedang berada di Bandung, cobalah untuk menyusuri Jalan Dago, di seberang Pasar Simpang Dago. Anda bisa melihat jajaran gerobak kupat tahu Bandung. Tapi, warung kupat tahu Bandung yang disebut-sebut sebagai ikon Kota Kembang ini terdapat di Pasar Gempol.(f)




 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
POLING

Rentan Bullying
Menurut Anda bully adalah bentuk dari:

Melakukan kekerasan hanya secara fisik.
Mengumpat dengan kata-kata kasar atau membentak.
Menekan seseorang secara emosional.
Memberi tugas atau pekerjaan di luar batas.
Menghina atau memperolok.
Memandang remeh.
Mengabaikan.
Memanipulasi atau membohongi.
Memarahi terus-menerus.
Mengancam atau menakut-nakuti.
Kekerasan secara fisik dan emosional.
Topik Hari Ini
TOPIK Hari Ini
'Pamer' Si Kecil di Sosmed
Seberapa sering Anda memajang foto aktivitas anak Anda di media sosial?
KOMENTAR
27 May 2015 - NurlaeliUmar
Mengunggah foto ke media sosial, awalnya karena bangga dengan perkembangan dan prestasi anak. Tapi setelah melihat tayangan di televisi atas beberapa kasus penculikan oleh orang-orang yang berkenalan di media sosial, sedikit di batasi saja.
26 May 2015 - Rury Paurisca
Sebagai seorang bunda, tumbuh kembang anak menjadi yang utama, dan tentu saja moment yang menggemaskan itu tidak mungkin dilewatkan begitu saja. Hampir setiap hari saya pasti upload foto si kecil di sosial media (path, facebook, atau instagram) dan i ...
26 May 2015 - risyagroove
Alasan saya mungkin lebih karena ingin mengabadikan moment ya moms, selain itu juga cara untuk mengabari sodara dan sohib tentang si kecil dan dari situ kita bisa bertukar kabar ya moms, apalagi saya pindah jauh dari kota asal saya :D



Majalah Edisi 22 (30 Mei - 5 Juni 2015) Femina  Edar 
Wednesday, 27 May 2015






  VIDEO