Info Kuliner 

Gula Kering VS Gula Basah


 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

Gula Kering VS Gula Basah Femina
Tekstur dan warna karamel yang sempurna bisa diraih dengan dua cara: tanpa tambahan air atau yang dikenal dengan cara kering, dan cara basah yang berarti gula dileburkan dalam sedikit air. Teknik kedua menghasilkan tekstur karamel yang lebih cair.
   
Apa yang membedakan keduanya? Proses menjadi karamel  dengan metode gula kering  terjadi dengan cepat, bahkan, rawan mengalami panas berlebih (cenderung gosong). Intensitas warna karamel yang dihasilkan cenderung lebih gelap. Meski membutuhkan perhatian ekstra, karamel tanpa air lebih cepat mengeras. Idealnya tipe ini cocok dibuat garnish. Meski demikian, resep-resep seperti baked flan (custard) termasuk yang mengikuti teknik ini juga.
   
Teknik membuat karamel dengan gula basah memberikan Anda kontrol lebih besar pada tingkat yang diinginkan (mau warna beige, emas pucat, cokelat tua, atau bahkan warna mahogany). Karena ada tambahan air, kegagalan (seperti karamel gosong dan tekstur yang kasar) bisa diminimalkan oleh pemula. Resep yang berpedoman pada metode gula basah salah satunya adalah Portuguese egg tart.

Sirop Karamel Dan Saus Karamel

Berbeda dengan karamel murni yang berisi satu bahan, yaitu gula pasir, tambahan bahan lain akan menciptakan resep baru.
  • Sirop karamel: Gula pasir yang dipanaskan hingga berwana kuning keemasan, kemudian ditambahkan air panas. Sirop karamel sedikit lebih cair dibandingkan karamel murni yang kental dan lengket. Resep cake karamel menggunakan sirop ini sebagai salah satu ramuannya.
  • Saus karamel: Setelah gula membentuk karamel berwarna keemasan, segera masukkan krim atau mentega panas, aduk rata. Lezat sebagai topping es krim, puding, hingga olesan roti.




 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Topik Hari Ini Curhat Medsos Femina
TOPIK Hari Ini
Curhat Medsos
Media sosial memang sudah seperti reality show. Selain sharing informasi, tak jarang juga kita menemukan status berisi curhatan, keluh kesah, atau gerutuan tentang masalah yang dihadapi. Perlu nggak sih, kita ikut campur, sampai berkomentar menghakimi tentang curhatan mereka ini?
KOMENTAR
03 Sep 2015 - intifada
kalau menurut saya, apabila topik yang dibicarakan seru untuk dibahas dan perlu dikomentari ya komentar saja toh kan itu sudah milik publik karena dishare di media sosial. kalau pun kita sudah merasa gerah dan risih dengan postingan yang menurut kita ...
02 Sep 2015 - susanzahara
Saya rasa gak perlu......!!, kalo curhatannya mulai bikin gerah dan risih mending unfollow aja. Rasanya menghakimi itu sangat tidak etis dan gak ada untungnya.
02 Sep 2015 - theo b.mobile
males komen gosip2 artis n isu2, terutama yg sensitif kaya SARA.. mendingan liatin aja.. tapi adakalanya perlu bersuara



Majalah F35-2015 Femina  Edar 
Wednesday, 2 September 2015






  VIDEO