Kasus 1:
Ada seorang rekan kerja yang selalu bertentangan pendapat dengan Anda. Solusinya?
Cepat selesaikan
“Pertentangan dalam urusan pekerjaan adalah hal biasa. Tapi lihat dulu alasan pertentangan tersebut, reasonable atau mengada-ngada. Jika saya memiliki argumentasi kuat, kenapa khawatir? Jika menemukan jalan buntu, kita bisa, kok, melibatkan orang ketiga untuk minta second opinion.
“Yang pasti saya akan tetap berusaha menjalin hubungan baik dengan rekan kerja—sesering apapun pertentangan itu terjadi. Meski kesal, saya tidak mau kondisi ini berlarut-larut karena bagaimanapun juga rekan kerja merupakan bagian dari teamwork.” DHANTY MARGARETH, 29, PR consultant
Berpikir maju
“Argument is good! Cenderung menimbulkan solusi yang terbaik jika argumentasi berdasarkan semangat untuk maju. Asalkan argumentasi tidak bertele-tele dan kedua belah pihak berani mengakui jika ada solusi yang lebih baik, maka saya mendukung argumen berbeda.” MIFZA MUZAYAN, 26, brand manager
Kasus 2:
Seseorang bikin gosip yang nggak benar mengenai Anda. Cara menghadapinya?
Cari si biang gosip
“Saya langsung mendatangi si sumber gosip dan bertanya, 'Dari mana Anda punya ide untuk bikin gosip tentang saya seperti itu dan mengapa Anda melakukannya?'. Lalu sebisa mungkin memperlihatkan ke seluruh dunia bahwa apa yang digosipkan tidak benar.” JESSICA LOUIS, 30, channel sales & marketing manager
Nggak peduli
“Cuek aja! Yang penting kita bisa membuktikan kalau itu cuma gosip murahan dan nggak terbukti kebenarannya.” RONNY WIDJAJA, 28, commercial finance controller. CC


