Sex & Relationship
6 Hal Wajib Dihindari Saat Galau

4 Jun 2014
























Banyak orang bingung soal ‘obat’ galau. Diam saja nggak menyelesaikan masalah, sebaliknya kalau nekat melakukan enam hal berikut justru menambah kegalauan kita. Percaya, deh!


Makanan Manis
Segera singkirkan semua makanan manis dari meja kerja bila virus galau melanda. Memang, sih, kalau mood sedang nggak enak, bawaannya pengen makan mulu. Tambah galau lagi, tuh, bila badan malah jadi bengkak.

Lagu Mellow
Lagu-lagu mellow malah bikin hati teriris-iris yang pada akhirnya bikin kita tambah ingin menangis. So, segera ganti playlist lagu-lagu yang memicu hati semakin berantakan. Lagu wajib didengar pastinya lagu yang bisa memberi pencerahan plus kekuatan seperti Never Grow Up Taylor Swift.

Stalking
Stalking adalah hal yang wajib dihindari—meski kita jago membuat 1.001 alasan. Ya, stalking hanya akan menambah kangen dan sakit hati ketika kita tahu dia baik-baik saja di sana (tanpa kita).

Meneror Si Dia
Galau karena sedang bertengkar atau justru menunggu kejelasan hubungan dengan si dia? Stop mendatangi sumbernya langsung. Menanyakan berulang-ulang kepada dia lewat SMS atau telepon, tuh, hanya akan semakin menjauhkan dia. Setelahnya kita pun bakal galau berkali-kali lipat dari sebelumnya.

Belanja
Saat galau kita nggak bisa berpikir jernih karena emosi sedang naik turun. Dalam kondisi nggak stabil begitu, segera jauhkan dompet, kartu ATM, dan kartu kredit dari tangan. Jangan sampai kita menghamburkan uang yang kemudian disesali. Menambah pengeluaran, tuh, nggak pernah menyembuhkan kegalauan!

Buat Status
Sebaiknya jangan terlalu sering menjadikan jejaring sosial sebagai tempat curhat. Selain bakal dilihat si dia, semua masalah dan unek-unek akan jadi konsumsi publik. Sebelum ngetweet sebaiknya mikir dulu…

ESTER PANDIANGAN - FOTOSEARCH


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?