Kalau melihat mobile drama Nic and Mar di aplikasi Line Story—kisah dua mantan pacar yang kembali dekat—kita mungkin jadi tergoda untuk mengalami hal yang sama. Apalagi, jika kita masih belum menemukan pengganti si dia. Eits, sebelum memutuskan balik ke mantan, ada lima hal yang harus dipertimbangkan, nih….
Berapa lama pisah?
Kalau tergoda untuk kembali dengan si mantan, cek dulu sudah berapa lama kita dan dia berpisah. Apakah sudah lebih dari 10% usia kita? Misalnya kita berusia 25 tahun. Nah, kita bisa mempertimbangkan kembali padanya jika perpisahan kita sudah berlangsung lebih dari 2,5 tahun. Dengan begitu, kita dan dia sudah lebih dewasa sehingga dapat meminimalisasi mengulangi kesalahan yang sama.
Apa alasan putus?
Pertama, cari tahu mengapa kita ingin menjalin hubungan lagi dengannya. Jangan sampai, tuh, hanya karena alasan ganteng. Mendingan, sih, ingat kelebihan-kelebihannya dulu. Lalu cek alasan perpisahan kita dan dia. Apakah karena kita dan si dia terlalu banyak perbedaan yang selalu menimbulkan pertengkaran? Atau dia pernah selingkuh? Yakinkan dulu, deh, apakah kejadian ini nggak berulang.
Cek perubahan
Yap, apakah saat ini dia sudah lebih dewasa dan stabil dari segi finansial? Bagaimana dengan kita, apakah sudah lebih percaya diri dalam menjalin hubungan? Nggak ada salahnya menganalisa perubahan-perubahan yang terjadi antara kita dan dia untuk mencari tahu peluang keberhasilan hubungan kita dan dia.
Trial and error
Maksudnya, nih, coba berinteraksi lagi dengannya tanpa status pacaran. Boleh komen-komenan di media sosial, atau jalan dengannya bersama teman-teman yang lain. Biasanya, nih, sifat aslinya bisa terlihat ketika dia nyaman bersama teman-teman yang dia kenal—nggak hanya jalan berdua. Bisa dijadikan petunjuk untuk jadian atau hanya sekadar teman, tuh.
Meneropong masa depan
Coba, deh, bayangkan masa depan kita dan dia. Namun, bayangkan berdasarkan sifat asli masing-masing, ya, jangan khayalan. Jika kita bisa membayangkan kehidupan yang nyaman bersamanya di masa depan, kita bisa lanjut. Lain halnya kalau kita membayangkan hal-hal negatif. Mendingan mundur, deh.
Berapa lama pisah?
Kalau tergoda untuk kembali dengan si mantan, cek dulu sudah berapa lama kita dan dia berpisah. Apakah sudah lebih dari 10% usia kita? Misalnya kita berusia 25 tahun. Nah, kita bisa mempertimbangkan kembali padanya jika perpisahan kita sudah berlangsung lebih dari 2,5 tahun. Dengan begitu, kita dan dia sudah lebih dewasa sehingga dapat meminimalisasi mengulangi kesalahan yang sama.
Apa alasan putus?
Pertama, cari tahu mengapa kita ingin menjalin hubungan lagi dengannya. Jangan sampai, tuh, hanya karena alasan ganteng. Mendingan, sih, ingat kelebihan-kelebihannya dulu. Lalu cek alasan perpisahan kita dan dia. Apakah karena kita dan si dia terlalu banyak perbedaan yang selalu menimbulkan pertengkaran? Atau dia pernah selingkuh? Yakinkan dulu, deh, apakah kejadian ini nggak berulang.
Cek perubahan
Yap, apakah saat ini dia sudah lebih dewasa dan stabil dari segi finansial? Bagaimana dengan kita, apakah sudah lebih percaya diri dalam menjalin hubungan? Nggak ada salahnya menganalisa perubahan-perubahan yang terjadi antara kita dan dia untuk mencari tahu peluang keberhasilan hubungan kita dan dia.
Trial and error
Maksudnya, nih, coba berinteraksi lagi dengannya tanpa status pacaran. Boleh komen-komenan di media sosial, atau jalan dengannya bersama teman-teman yang lain. Biasanya, nih, sifat aslinya bisa terlihat ketika dia nyaman bersama teman-teman yang dia kenal—nggak hanya jalan berdua. Bisa dijadikan petunjuk untuk jadian atau hanya sekadar teman, tuh.
Meneropong masa depan
Coba, deh, bayangkan masa depan kita dan dia. Namun, bayangkan berdasarkan sifat asli masing-masing, ya, jangan khayalan. Jika kita bisa membayangkan kehidupan yang nyaman bersamanya di masa depan, kita bisa lanjut. Lain halnya kalau kita membayangkan hal-hal negatif. Mendingan mundur, deh.


