Career
Selamatkan Reputasi Kutu Loncat

25 Nov 2013































Ada kalanya kita merasa nggak sreg bekerja di perusahaan baru—meski dengan iming-iming gaji besar. Entah karena sistem manajemen perusahaan yang kurang profesional, atau karena senior-seniornya nggak bersahabat. Hasilnya, nih, kita hanya mampu bekerja selama beberapa bulan.


Resign setelah beberapa bulan kerja dapat berdampak buruk pada citra kita sebagai profesional muda. Untuk menyelamatkan reputasi kita, berikut beberapa langkah yang harus dilakukan, seperti yang dibocorkan J.T. O’Donnell di LinkedIn….

#Jangan menjelek-jelekan

Bayarannya yang kecil,  bos yang diktator, rekan kerja yang suka mem-bully, aturan yang mewajibkan kita memakai kemeja dan celana panjang setiap hari, atau hal apa pun yang membuat kita resign sebaiknya disimpan di dalam hati saja.

Bukan apa-apa, jika kita keceplosan mengungkapkannya pada bekas klien atau calon pemberi kerja, yang ada kita malah dicap suka bergunjing. Mereka akan berpikir ulang, tuh, untuk mengajak kita terlibat di dalam proyek kerja mereka, atau bahkan memperkerjakan kita.

Jika mereka bertanya alasan kita resign, ungkapkan kalau jenis pekerjaannya kurang mendukung goal kita dalam berkarier. Tentunya, nih, jelaskan juga goal yang kita miliki. Siapa tahu sesuai dengan kebutuhan mereka!

#It’s all about me
Meski kita bertemu mantan klien atau kenalan dalam situasi informal alias bukan interview kerja, beri petunjuk pada mereka mengenai passion kita. Yang jelas, nih, jangan menjadikan uang sebagai sumber passion. Sebaliknya, tunjukkan kalau kita ingin menjadi pekerja yang andal di bidang yang kita sukai. Nggak cuma reputasi kerja positif yang kita dapatkan, tapi juga peluang mendapat pekerjaan baru.

#Jangan kebiasaan

Sesekali berhenti kerja dalam hitungan bulan, sih, sah-sah saja. Tapi, jangan lakukan terus menerus. Beri kesempatan pada diri kita untuk berkembang di tiap perusahaan, minimal setahun. Jika kita beberapa kali berhenti kerja dalam waktu singkat, para pencari kerja akan mencap kita kutu loncat dan takut komitmen. Bagaimana mereka mau percaya untuk memperkerjakan kita? (VIN/FOTO:FOTOSEARCH)    



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?