Memutuskan mundur dari pekerjaan sekarang untuk mengejar tantangan baru adalah hal yang wajar. Namun, jadi 'kurang ajar' bila kita nggak melakukannya dengan cara salah. Selain cari musuh, kita juga bakal sulit mendapat referensi--yang pastinya bakal berguna di kemudian hari.
Terus terang
Jika sudah mendapat tawaran baru, langsung menghadap atasan. Ceritakan yang sejujurnya dan berdiskusilah mengenai hal-hal apa saja yang harus diselesaikan sebelum hari terakhir kita bekerja. Soal rekan kerja, sih, lebih baik kita menceritakannya secara personal supaya tidak menimbulkan gosip dan fitnah, he he he.
Siap membantu
Setelah kita ngobrol dengan rekan kerja, tentunya akan lebih gampang untuk berbagi tugas. Bantu rekan kerja kita untuk memahami tugas yang 'didelegasikan' kepada mereka. Siapkan file atau e-mail yang berkaitan dengan proyek yang belum sempat kita selesaikan tersebut. Seminggu setelah hari terakhir bekerja, kita masih boleh membantu--kalau mau--setelahnya, sih, nggak ada jaminan, ya.
Selesaikan administrasi
Jangan lupa membuat surat resmi yang ditujukan kepada atasan dan HRD--a.s.a.p setelah kita memberi tahu bos. Lunasi utang (kalau ada) dan kembalikan barang-barang milik kantor yang kita gunakan untuk bekerja selama ini. Jangan sampai kita dikejar-kejar setelah keluar dari sana!
Pertimbangkan tawaran
Siapkan juga mental seandainya bos menawarkan kenaikan gaji hingga posisi. Ini tandanya prestasi kita oke selama bekerja sama dengan perusahaan. Boleh, kok, dipikirkan selama kita belum menandatangani kontrak kerja di kantor baru. Kalau sudah telanjur tanda tangan, sih, bakal mencoreng nama baik kita sendiri karena dianggap plin-plan.
Ucapkan terima kasih
Sesebal-sebalnya kita kepada bos dan rekan kerja, di hari terakhir bekerja nggak perlu dipikirkan lagi. Ucapkan terima kasih atas pengalaman hidup dan kerja sama yang sudah berlangsung selama ini. Ucapkan juga permintaan maaf agar tidak ada lagi yang mengganjal langkah kita ke depan. Kesan positif merupakan 'investasi' penting untuk membina jejaring. Good luck!
Alice Larasati
Foto: Fotosearch
Terus terang
Jika sudah mendapat tawaran baru, langsung menghadap atasan. Ceritakan yang sejujurnya dan berdiskusilah mengenai hal-hal apa saja yang harus diselesaikan sebelum hari terakhir kita bekerja. Soal rekan kerja, sih, lebih baik kita menceritakannya secara personal supaya tidak menimbulkan gosip dan fitnah, he he he.
Siap membantu
Setelah kita ngobrol dengan rekan kerja, tentunya akan lebih gampang untuk berbagi tugas. Bantu rekan kerja kita untuk memahami tugas yang 'didelegasikan' kepada mereka. Siapkan file atau e-mail yang berkaitan dengan proyek yang belum sempat kita selesaikan tersebut. Seminggu setelah hari terakhir bekerja, kita masih boleh membantu--kalau mau--setelahnya, sih, nggak ada jaminan, ya.
Selesaikan administrasi
Jangan lupa membuat surat resmi yang ditujukan kepada atasan dan HRD--a.s.a.p setelah kita memberi tahu bos. Lunasi utang (kalau ada) dan kembalikan barang-barang milik kantor yang kita gunakan untuk bekerja selama ini. Jangan sampai kita dikejar-kejar setelah keluar dari sana!
Pertimbangkan tawaran
Siapkan juga mental seandainya bos menawarkan kenaikan gaji hingga posisi. Ini tandanya prestasi kita oke selama bekerja sama dengan perusahaan. Boleh, kok, dipikirkan selama kita belum menandatangani kontrak kerja di kantor baru. Kalau sudah telanjur tanda tangan, sih, bakal mencoreng nama baik kita sendiri karena dianggap plin-plan.
Ucapkan terima kasih
Sesebal-sebalnya kita kepada bos dan rekan kerja, di hari terakhir bekerja nggak perlu dipikirkan lagi. Ucapkan terima kasih atas pengalaman hidup dan kerja sama yang sudah berlangsung selama ini. Ucapkan juga permintaan maaf agar tidak ada lagi yang mengganjal langkah kita ke depan. Kesan positif merupakan 'investasi' penting untuk membina jejaring. Good luck!
Alice Larasati
Foto: Fotosearch


