Kesehatan 

Gondok ‘Beracun’


 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

Gondok ‘Beracun’ Femina
Tanya: Adik saya (30) mengidap penyakit gondok beracun selama 1 tahun belakangan ini. Dia berobat ke dokter dan telah diberikan obat, namun gondok tersebut bertambah besar dan menimbulkan rasa nyeri ketika berbicara. Hasil pemeriksaan laboratorium adalah T3 (total) 7,63 (0,58-1,59), T4 (total) 40,02 (4,87-11,72). Pengobatan apa lagi yang harus dilakukan? Apakah gondok tersebut dapat hilang dengan tindakan operasi? 

Reni – Jakarta

Jawab: Istilah yang tepat bukan gondok beracun, tetapi tirotoksikosis, yaitu kelenjar gondok (tiroid) memproduksi terlalu banyak hormon tiroid sehingga muncul gejala hipertiroid. Gejalanya antara lain hipertensi, jantung berdebar lebih cepat dan lebih keras, tremor, sehingga perlu segera diobati. Caranya, dengan memberi obat antitiroid, yaitu antara propiltiourasil (PTU) atau metimazol. Biasanya, hal ini dapat terkontrol, meskipun ada jalan lain bila tak berhasil dan memang ada indikasi untuk dioperasi. Sebaiknya Anda kembali ke dokter dan biasanya penyakit ini ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam dengan keahlian khusus endokrin.  

Dr. Kartono Mohammad



 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Topik Hari Ini Maaf dan Lupakan Femina
TOPIK Hari Ini
Maaf dan Lupakan
Lebaran kali ini, ingin memaafkan siapa?
KOMENTAR
24 Jul 2014 - cita martinimobile
Saya ingin memaafkan diri saya sendiri atas kesalahan masa lalu yg selalu menimbulkan penyesalan. Terdengar egois memang, tapi saya ingib berbahagia dam ikhlas menjalani apa yg pernah saya alami, baik itu ksalahan atau anugerah. Saya harap bisa memul ...
24 Jul 2014 - dharmasanti putrimobile
Sudah setahun saya tidak membalas sms maupun email dan telpon darinya. Tahun ini saya akan lebih berbesar hati dan siap mengucapkan Minal Aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin



Majalah Edisi 30 (26 Juli - 8 Agustus 2014) Femina  Edar 
Wednesday, 23 July 2014






  VIDEO