Kesehatan 

Cuci Tangan, Yuk!


 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

Cuci Tangan, Yuk! Femina
Jangan anggap remeh mencuci tangan! “Menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dapat mengurangi risiko terinfeksi berbagai macam penyakit akibat bersentuhan dengan bakteri,” ungkap Dr. Budi Haryanto, SKM, MKM, Msc, Ketua Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Bahkan, penelitian yang diterbitkan British Medical Journal di tahun 2007 menyebutkan, cuci tangan lebih efektif mencegah flu, dibanding obat atau vaksin. Hasil penelitian WHO juga menunjukkan hasil serupa. Menurut penelitian itu, perilaku cuci tangan pakai sabun mampu mengurangi angka diare hingga 45% dan mampu menurunkan ISPA serta flu burung hingga 50%.

Karena itu, Dr. Budi menyarankan agar selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Gosok bagian telapak, jari-jari tangan, kuku, punggung tangan, serta pergelangan tangan. Selain itu, jangan lupa segera keringkan setelah mencuci tangan, sebab bakteri dapat berkembang biak di tempat yang lembap. Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat merekomendasikan, cuci tangan dilakukan selama 15-20 detik. Cara praktisnya, bacalah alfabet dari A hingga Z selama mencuci tangan. “Saran 20 detik itu untuk menjamin bahwa semua sudut tangan sudah dibersihkan,” ungkap Dr. Budi.

Ia juga menjelaskan, mengganti air dan sabun dengan tisu basah atau hand sanitizer? Menurut Dr. Budi, itu boleh saja. Toh, hand sanitizer mengandung disinfektan, seperti yang ada pada sabun. Namun, ia mengingatkan, jangan menggunakan hand sanitizer atau tisu basah secara asal-asalan. “Kebanyakan orang menggunakannya tidak merata pada tangan. Alhasil, tangan pun tidak bersih sempurna,” kata Dr. Budi.

Djamilah




 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Topik Hari Ini Curhat Medsos Femina
TOPIK Hari Ini
Curhat Medsos
Media sosial memang sudah seperti reality show. Selain sharing informasi, tak jarang juga kita menemukan status berisi curhatan, keluh kesah, atau gerutuan tentang masalah yang dihadapi. Perlu nggak sih, kita ikut campur, sampai berkomentar menghakimi tentang curhatan mereka ini?
KOMENTAR
03 Sep 2015 - intifada
kalau menurut saya, apabila topik yang dibicarakan seru untuk dibahas dan perlu dikomentari ya komentar saja toh kan itu sudah milik publik karena dishare di media sosial. kalau pun kita sudah merasa gerah dan risih dengan postingan yang menurut kita ...
02 Sep 2015 - susanzahara
Saya rasa gak perlu......!!, kalo curhatannya mulai bikin gerah dan risih mending unfollow aja. Rasanya menghakimi itu sangat tidak etis dan gak ada untungnya.
02 Sep 2015 - theo b.mobile
males komen gosip2 artis n isu2, terutama yg sensitif kaya SARA.. mendingan liatin aja.. tapi adakalanya perlu bersuara



Majalah F35-2015 Femina  Edar 
Wednesday, 2 September 2015






  VIDEO