Wanita sering kali mencari pembenaran dari orang lain dan lingkungan bahwa ‘dasar’-nya wanita itu tidak berambisi. Sesungguhnya, permasalahannya ada dalam diri individu sendiri. Bagaimana ia melihat perannya sebagai seorang ibu rumah tangga, wanita karier atau seorang eksekutif, sangatlah pribadi, bukan karena pengaruh keluarga, apalagi kelompoknya. Jadi, jelas, kemajuan sifatnya sangat individual.
Kita perlu sadari, begitu banyak cara pandang kita yang salah tentang wanita. Ini sebabnya kita perlu memperhatikan cara pandang kita. Dan bila pandangan tersebut tidak tepat, kita perlu segera mengubah cara pandang itu. Ada orang yang masih berpikir, sudah sewajarnya wanita tidak maju dalam karier karena kodrat wanita dengan kondisi fisik yang lebih lemah.
Padahal, kita bisa melihat bahwa kesuksesan sangat ditentukan oleh hal-hal yang tidak selalu mengandalkan kekuatan fisik. Pandangan kita mengenai power‘ juga sering keliru. Kita kerap berpikir tentang power sebagai fenomena di mana seseorang bisa menaklukkan dan menguasai orang lain. Kesuksesan juga sering dipandang sebagai kemenangan dalam bersaing. Fokus yang keliru ini kerap menghabiskan energi kita, padahal, yang harus kita lakukan adalah mempertebal portofolio kita.
Perbedaan proporsi kesuksesan wanita dan pria tidak bisa diratapi dan dipandangi saja. Kita bisa mengibaratkan samanya kekuatan wanita dan pria ibarat burung elang. Baik elang betina maupun jantan, sama-sama mencari mangsa, dan sama-sama perkasa. Elang tidak takut badai, bahkan menumpangi badai, seolah menunggu kesempatan untuk maju dan sukses. Elang punya pandangan yang jelas akan sasarannya, senantiasa berorientasi untuk memperkuat sayapnya. Mentalitas elang inilah yang perlu kita kembangkan. (f)


