Karier 

Karier Meroket Berkat Bahasa Asing Kedua

 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

Femina Karier
Untuk urusan berbahasa asing, karakteristik masyarakat Indonesia memang berbeda dari penduduk negara Malaysia dan Singapura yang rata-rata fasih dua sampai tiga bahasa asing. Sampai dua dekade silam, sekitar tahun ‘80-an, pendidikan bahasa masih sering dipandang sebelah mata.

Di zaman globalisasi seperti sekarang,  kemampuan berbahasa asing justru menjadi salah satu ‘senjata’ andalan untuk ‘menaklukkan’ dunia. Penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, telah menjadi sebuah keharusan. Tuntutan ini semakin bertambah tinggi seiring perkembangannya. Kemampuan berbahasa Inggris saja masih belum cukup dan harus ditambah dengan  penguasaan bahasa asing kedua. Sebutlah beberapa contoh, yaitu bahasa Mandarin, Jepang,  Latin, Jerman, ataupun Arab.  

Bahasa yang semula hanya berfungsi sebagai ‘jembatan komunikasi’ pun  kini berkembang menjadi salah satu komponen penting yang mampu  mendongkrak karier dan prestasi seseorang.

Disesuaikan Pilihan Karier

Bahasa asing kini memiliki nilai yang sangat penting untuk mendongkrak kemajuan karier. Apalagi  posisi manajerial kini banyak didominasi oleh ekspatriat. Otomatis  mereka yang kemampuan bahasa asingnya belepotan, panas dingin dan cenderung bengong jika harus  bertemu muka dengan bos atau mitra bisnis dari negara lain.  
Biasanya, karena panik, atau takut diminta menjelaskan sesuatu dalam bahasa asing, mereka akan menghindar. Ujung-ujungnya jadi kuper bahkan kesulitan bersosialisasi.

Di era persaingan kerja yang kompetitif ini, seseorang  yang menguasai bahasa asing ‘populer’ dan bernilai jual tinggi, otomatis memiliki peluang  lebih besar dalam mendapat panggilan kerja dibandingkan sesama rekannya yang memilliki latar belakang  pendidikan serupa.

Karyawan yang mahir berbahasa asing kedua, terutama bahasa-bahasa Asia, juga berpeluang besar untuk dikirim perusahaan mengikuti pelatihan di luar negeri. Siapa pun tahu, perkembangan ekonomi dan pendidikan di Asia seperti di Jepang, Cina, India, serta banyaknya perusahaan Jepang berekspansi ke Indonesia.

Anda ternyata tak bisa sembarangan memilih bahasa asing kedua yang ingin dipelajari. Lincoln Taylor, manajer dari Berlitz Language Center, mengatakan, pilihan itu sebaiknya disesuaikan dengan jenis pekerjaan. “Jangan mentang-mentang  merasa bahasa x terdengar eksotis, lantas tanpa berpikir panjang, langsung mendaftarkan diri ikut kursus. Kalau Anda memang hobi traveling, ingin jadi penerjemah atau berkarier di kedutaan, memang tidak jadi soal. Tapi, kalau tidak kan sayang waktu dan uang yang terbuang. Lebih baik jika dipergunakan untuk belajar bahasa yang menunjang profesi Anda.“

Tiga Bahasa Masa Depan

Ada tiga bahasa kuat yang tampaknya akan makin populer di hari esok, yakni Mandarin, Jepang, dan Jerman. Perubahan kepentingan suatu bahasa, sangat dipengaruhi oleh seberapa penting arti perekonomian negara tersebut di mata dunia internasional. Diprediksikan, Cina yang berpenduduk paling banyak di dunia kelak akan menjadi negara yang menguasai perekonomian dunia. Jadi, bila ingin memiliki daya jual yang tinggi di bursa tenaga kerja internasional, seseorang harus menguasai bahasa Mandarin.

Bahasa Jepang juga tak kalah penting. Walau Jepang kini tak lagi menguasai perekonomian Asia, masih banyak perusahaan Jepang tetap menanamkan investasinya di Indonesia. Bagi Jepang, Indonesia tetap merupakan pasar yang amat besar bagi produk dan teknologi yang mereka kembangkan.

Masih ada satu bahasa lain yang menyimpan potensi di masa depan, yakni bahasa Jerman. Jerman memang raja teknologi di kawasan Eropa dan banyak membuka peluang kerja bagi WNI. Pemerintah Jerman juga dikenal royal menawarkan beasiswa untuk mahasiswa Indonesia.
 
Kemampuan berbahasa asing yang populer ternyata tak hanya dapat memuluskan karier, tetapi juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan meningkatkan kualitas hidup. (f)




 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Poling

Enaknya di Pusat Kota
Bagi Anda yang tinggal di suburban Jakarta, seperti Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bogor, apa yang paling Anda rindukan dari tinggal di pusat kota Jakarta?

Tempat hiburan yang lengkap (Mal, Pub, Cafe, dan Resto)
Fasilitas yang serba ada
Lingkungan atau pergaulan sosial Anda
Jarak yang dekat untuk ke pusat Kota

Topik Hari Ini
Lady Gaga Batal Konser
Lady Gaga batal konser di Jakarta. Komentar Anda?
KOMENTAR
17 May 2012 - neneng kurnia rahmah
Jika ditanya siapa yang salah dalam hal ini jawabannya adalah pihak penyelenggara yang belum mengantongi ijin sudah main jual tiket aja,, yang  jelas dirugikan secara materi maupun immaterial ya penggemar lady gaga. mudah2an pengalaman ini jadi  ...
16 May 2012 - yty april
Sangat disayangkan, pastinya para penggemar yang sudah membeli tiket konser Lady Gaga akan menjadi Gagal nonton+kecewa berat.Seharusnya pihak Penyelenggara sebelum gembar-gembor atau sebelum menjual tiket nya seharusnya dah mengontongi dulu ijin/sdh  ...
16 May 2012 - Ellyn43042
Lady Gaga adalah Penyanyi papan atas International yang memilki banyak Fans berat Di Indonesia, pastinya para fans tersebut merasa kecewa karna Idola yang selama ini dinanti-nanti untuk tampil di Indonesia jadi batal, Menurut saya sangat tidak masuk  ...



Majalah Femina  Edar 
Wednesday, 16 May 2012