Anda & Pria 

Menikah Dengan Sahabat


 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

Menikah Dengan Sahabat Femina
Menikah dengan sahabat memang memiliki beberapa keuntungan, seperti sudah tahu sifat masing-masing, tidak perlu jaim, dan lain sebagainya. Namun pernikahan bukan sekadar relationship. Pernikahan juga melibatkan hak, tanggung jawab moral, serta materi.

Agar pernikahan Anda dengan sahabat berjalan mulus, sebaiknya perhatikan beberapa faktor berikut.

• Respek
Tidak masalah Anda tetap saling jitak-jitakan atau ber-lu-gue dengan suami. Namun, bila Anda serius untuk menikah dengan sahabat, sikap respek terhadap satu sama lain merupakan hal wajib. Sebenarnya tanpa Anda dan suami sadari, rasa respek satu sama lain sudah ada, sebab salah satu syarat langgengnya persahabatan adalah adanya rasa respek. Karena itu peliharalah sikap respek terhadap satu sama lain.

• Kepercayaan
Karena berawal dari sahabat, semua rahasia dan akal bulusnya kemungkinan besar sudah Anda ketahui. Mungkin sebelum menikah Anda tertawa melihatnya menyusun strategi agar kekasih dan selingkuhannya tidak bertemu. Namun setelah menikah, tidak dapat dipungkiri Anda jadi kebat-kebit. Karena itu sangat dibutuhkan rasa saling percaya agar pernikahan Anda berjalan mulus.

• Gairah
Menikah bukan sekadar hidup serumah, tapi juga satu tempat tidur. Tentunya sulit membayangkan harus bercinta dengan sahabat yang sebelumnya merupakan teman jitak-jitakan Anda. Seperti halnya respek, dalam persahabatan juga terdapat rasa sayang. Namun, apakah rasa sayang itu bisa bertransformasi menjadi ketertarikan seksual? Hal ini tidak bisa diabaikan jika Anda ingin pernikahan dengan sahabat berjalan mulus

• Rela Berubah
Salah satu keuntungan menikah dengan sahabat adalah Anda tak perlu menjadi orang lain di hadapannya. Begitu pun sebaliknya, sebab selama ini Anda dan dia sudah merasa nyaman dengan keadaan masing-masing. Tapi bukan berarti perubahan tidak diperlukan sama sekali. Persahabatan dan pernikahan jelas berbeda. Dalam pernikahan ada tanggung jawab tertentu yang harus dipikul. Bukan hanya sebagai suami atau istri, namun juga sebagai orang tua, menantu, serta sebagai warga masyarakat. Karena itu, Anda harus tetap membuka diri terhadap setiap tuntutan perubahan yang positif. (f)




 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Topik Hari Ini Maaf dan Lupakan Femina
TOPIK Hari Ini
Maaf dan Lupakan
Lebaran kali ini, ingin memaafkan siapa?
KOMENTAR
25 Jul 2014 - centhya dewimobile
Anggota kel kita (pasangan, anak/org tua). Sengaja/tdk sengaja kita sering kali melukai org2 disekitar kita, terutama
25 Jul 2014 - andriachevyka
Saya akan meminta maaf pada mama karena dari lahir sampai sekarang masih menyusahkan dan merepotkan dengan menitipkan anak saya ke mama serta belum bisa membahagiakan mama.Saya akan meminta maaf pada putri saya karena saya belum bisa menjadi mama yan ...
25 Jul 2014 - santi hadiemobile
saya ingin meminta maaf kepada ibu saya,sampai saat ini saya belum bisa mensejahterakan hidupnya,saya juga ingin meminta maaf kepada suami saya karena belum bisa menjadi isteri yang baik untuknya,kalau untuk memaafkan saya selalu memaafkan siapapun y ...



Majalah Edisi 30 (26 Juli - 8 Agustus 2014) Femina  Edar 
Wednesday, 23 July 2014






  VIDEO