Anda & Pria 

Belajar Mandiri


 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

Belajar Mandiri Femina

Suami Anda adalah anak kesayangan di keluarganya. Setelah menikah dan punya seorang anak, Anda berdua masih disokong secara materi oleh mertua. Sebenarnya ini enak, tapi belakangan Anda merasa malu dan tidak enak juga. Anda khawatir masa depan keluarga karena suami tampaknya jadi terbawa santai.

Menurut Psikolog Irma Makarim, Dengan usia matangnya, apalagi sudah berani mengambil keputusan untuk menikah, maka sepatutnya Anda, terutama suami, juga siap hidup mandiri. Ini termasuk membuat perencanaan bagaimana mendapatkan dan mengelola penghasilan dalam rumah tangga.  Anda berdua sudah cukup dewasa untuk menyikapi pemberian ini.
Sikap suami berhubungan erat dengan cara orang tua dalam mendidiknya. Karena selalu dimanja dan terbiasa mudah mendapat semua yang diinginkan, membuat suami tidak berusaha untuk mendapatkan sesuatu dengan jerih payah.

Pada akhirnya ini akan merugikan dirinya karena  suami tidak akan  mengetahui  potensi diri. Mungkin suami butuh bantuan Anda untuk melihat potensinya serta mengingatkan tanggung jawab barunya. Ajak ia berjuang bersama membangun rumah tangga.
Perlihatkan juga kenyamanan sementara ini akan membuatnya bergantung pada orang tua, mengikis kemandirian dan kebanggaan dirinya, memengaruhi respek Anda dan lingkungan. Perubahan akan terjadi kalau ia menyadarinya. Tapi, kesadaran itu harus datang dari dirinya sendiri. Di sini pentingnya peranan Anda. Bila Anda menginginkan perubahan, Anda juga perlu mengubah cara menghadapinya .


Sedangkan menurut Psikolog Monty Satiadarma, belajar mandiri memang tidak mudah. Mengubah kebiasaan tercukupi menjadi harus berupaya untuk mencukupi, butuh tekad tersendiri. Apalagi banyak tantangannya. Langkah paling sederhana, turut berpartisipasi mendukung biaya hidup, seperti biaya air, listrik, atau sebagian pengeluaran rumah tangga. Hal ini harus dirancang baik, yaitu ambil salah satu dari biaya rumah tangga sebagai biaya rutin bulanan yang harus Anda penuhi. Sisihkan penghasilan per bulan untuk mendanai hal tersebut, dan hemat pengeluaran untuk hal lainnya. Jangan belanjakan uang untuk hal-hal kolektif, misalnya jika masih ada sepatu yang bisa dipakai, jangan membeli yang baru. Demikian seterusnya, mulai dari satu biaya rutin hingga beberapa biaya rutin dapat Anda penuhi sendiri.

Langkah berikutnya yang idealnya juga dapat dilakukan secara simultan adalah mencari peluang kerja yang lebih baik. Walau mungkin saja Anda menghadapi ragam tantangan,  justru tantangan ini menjadi ujian bagi Anda untuk bisa mengatasinya. Kemudian, secara bertahap Anda harus mengupayakan tempat tinggal terpisah, mungkin menyewa tempat kos.  Kalau Anda menetap bersama mertua, penuhilah biaya bulanan Anda. Walau Anda belum bertempat tinggal sendiri, setidaknya Anda mulai mandiri. Waktu memang akan banyak berperan, namun usaha Anda berdua amat menentukan cepat lambatnya Anda mandiri sebagai keluarga yang utuh, tidak bergantung kepada orang lain.(f)





 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Topik Hari Ini Maaf dan Lupakan Femina
TOPIK Hari Ini
Maaf dan Lupakan
Lebaran kali ini, ingin memaafkan siapa?
KOMENTAR
24 Jul 2014 - cita martinimobile
Saya ingin memaafkan diri saya sendiri atas kesalahan masa lalu yg selalu menimbulkan penyesalan. Terdengar egois memang, tapi saya ingib berbahagia dam ikhlas menjalani apa yg pernah saya alami, baik itu ksalahan atau anugerah. Saya harap bisa memul ...
24 Jul 2014 - dharmasanti putrimobile
Sudah setahun saya tidak membalas sms maupun email dan telpon darinya. Tahun ini saya akan lebih berbesar hati dan siap mengucapkan Minal Aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin



Majalah Edisi 30 (26 Juli - 8 Agustus 2014) Femina  Edar 
Wednesday, 23 July 2014






  VIDEO