Anda & Pria 

5 Kesalahan Saat Berkencan


 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

5 Kesalahan Saat Berkencan Femina
Bertemu terlampau sering
Kencan berkualitas bukan berarti harus bertemu terus-menerus. Beri jeda waktu beberapa hari dari satu kencan ke kencan berikutnya, agar Anda berdua bisa menikmati dan mengevaluasi perasaan yang muncul usai berkencan.

Memiliki harapan tinggi
Wanita sering kali terpaku pada angan-angan mengenai pria idaman. Hati-hati, jika harapan Anda terhadap dirinya terlampau tinggi, bisa jadi dia menganggap Anda banyak menuntut. Bukan tidak mungkin, dia akan ketakutan, karena hubungan belum resmi Anda sudah berharap banyak darinya.

Terjebak dalam ilusi romantis
Jangan ‘silau’ pada penampilan fisik semata. Kendati si dia berwajah tampan dan memiliki sifat romantis, belum tentu dia merupakan pria tepat untuk Anda. Misalnya, jika Anda membutuhkan pria yang bisa diajak bicara, jangan terpaku pada tipe pria tampan, tapi pendiam. Jangan buang waktu berkencan dengan pria yang pada dasarnya tidak akan membuat Anda bahagia.

Takut bertanya
Karena takut si dia tersinggung, Anda mengurungkan niat bertanya kepadanya secara langsung. Akibatnya, Anda membuat kesimpulan sendiri. Hati-hati, jangan-jangan kesimpulan itu justru salah total. Jadi, jika ada yang ingin Anda ketahui, terutama mengenai pribadinya, lebih baik langsung bertanya.

Berkencan tanpa tujuan jelas
Anda berkencan, tapi tidak tahu apa yang dicari atau diinginkan? Cepat atau lambat membuat Anda berdua lelah fisik maupun mental. Jadi, lebih baik tentukan dahulu apa yang dicari dari suatu hubungan, agar kencan Anda lebih bermakna. (f)


 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Topik Hari Ini Jangan Diam Femina
TOPIK Hari Ini
Jangan Diam
Jika Anda melihat perilaku kekerasan - secara verbal atau fisik - apa yang Anda lakukan?
KOMENTAR
04 Jul 2015 - LisaYustika
Rasanya sudah menjadi kewajiban bagi kita, terutama kaum perempuan untuk melakukan tindakan ketika melihat aksi kekerasan terhadap anak. Minimal menegur si pelaku. Namun, yang kadang membuat sebagian kita ragu untuk melakukannya adalah, dampak yang a ...
23 Jun 2015 - indrifebianti
Suatu kali, ketika saya sedang naik motor, terlihat seorang ibu dan anaknya sedang jalan di pinggir jalan. Dari awal saya lihat, posisi si anak berada di sisi jalanan dan si ibu cuek-cuek aja sambil sibuk dengan hp-nya. Sepertinya si ibu tidak ped ...
22 Jun 2015 - diankh
Pernah sore hari ketika saya sedang berjalan-jalan di sebuah mall melihat seorang anak menangis dan ditampar berkali-kali oleh Ibunya sehingga menjadi tontonan beberapa pengunjung.Melihat kejadian tersebut saya segera menarik tangan Ibu tersebut dan  ...



Majalah Edisi 27 (4 - 10 Juli 2015) Femina  Edar 
Wednesday, 1 July 2015






  VIDEO