Anda sedang dekat dengan seorang teman pria di kantor. Anda tertarik kepadanya, namun tidak tahu apakah ia juga memiliki perasaan yang sama. Perlu bertanya langsung atau menunggu dia memulai lebih dulu ya? Menurut Irma Makarim, kenyamanan yang Anda rasakan telah membuat Anda tertarik kepadanya. Ini memang bisa berkembang lebih lanjut, menjadi hubungan persahabatan atau lebih dalam lagi. Ke arah mana hubungan ini akan berkembang, bergantung pada apa yang dirasakan dan adanya kebutuhan kedua belah pihak.
Ciptakan komunikasi yang lebih terbuka dan mulailah dari yang sederhana. Biarkan ia mulai terbiasa bahkan terinspirasi dengan keterbukaan Anda sehingga juga mulai berani mengungkapkan perasaannya. Bila Anda berdua sudah saling merasa nyaman, Anda bisa secara halus menanyakan perasaannya. Tentu Anda juga harus siap dengan jawabannya, apa pun itu.
Sedangkan menurut psikolog Monty Satiadarma, masalah yang paling sulit bagi seseorang adalah menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan. Anda sesungguhnya sudah tahu bahwa hanya dengan bertanya maka Anda bisa memperoleh jawaban. Tetapi, Anda cemas jika jawabannya tidak sesuai dengan harapan Anda. Boleh saja Anda menunggu sampai ia sendiri yang mengungkapkannya. Namun, Anda tidak akan mengetahui kapan waktunya.
Anda harus belajar berani menerima kenyataan, berani mengambil keputusan, sekalipun memiliki risiko. Berani pula memperbaiki diri, mengatasi kesalahan langkah, sekiranya keputusan terdahulu kurang tepat. Singkatnya, tanyakan langsung saja tanpa mendesak, seperti, “Saya merasa nyaman berada bersama kamu, apakah kamu juga merasakan hal yang sama?” (f)


