Career
Bolehkah Mematikan Ponsel Saat Cuti?

18 Oct 2011

Setelah penat bekerja, Anda berniat mengambil cuti panjang untuk refreshing. Tebersit pikiran untuk mematikan ponsel juga selama cuti, agar 'masa tenang' tidak diganggu oleh atasan atau rekan kerja yang lain. Etiskah?

Menurut Hayu Prima Indrastuti, konsultan Experd, cuti bertujuan untuk me-recharge energi dan me-refresh pikiran, sehingga diharapkan ketika kembali dari cuti, kita menjadi segar dan lebih bersemangat ketika bekerja. Bisa dipahami jika Anda tidak ingin diganggu selama masa cuti. Tentunya Anda ingin menikmati cuti, tidak malah stres gara-gara ‘diteror’ oleh kantor.

Etis atau tidaknya mematikan ponsel selama cuti tergantung dari budaya masing-masing perusahaan, serta posisi atau jenis pekerjaan yang Anda lakukan. Pada beberapa perusahaan, ada yang meminta karyawannya tetap dapat dihubungi ketika cuti, kalau-kalau ada masalah pekerjaan yang sangat mendesak. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa menikmati cuti Anda. Anda tetap bisa meminimalkan gangguan selama ‘masa tenang’ tersebut dengan cara mempersiapkan cuti Anda dengan sebaik-baiknya.

Pilih waktu cuti saat beban kerja tidak sedang banyak, sehingga Anda pun jauh lebih tenang meninggalkan kantor. Informasikan jauh-jauh hari kepada atasan dan rekan kerja mengenai rencana cuti Anda, sehingga ada waktu yang cukup untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan selama Anda tak ada di kantor.

Minta atasan untuk menentukan orang yang bisa dipercaya sebagai pengganti selama Anda cuti dan delegasikan tugas-tugas secara jelas kepada pengganti Anda. Jelaskan semua hal yang berhubungan dengan pekerjaan, agar pengganti Anda tahu apa dan bagaimana tugas-tugas Anda harus dikerjakan serta bagaimana menyelesaikan masalah yang kelak mungkin dihadapi.

Jika pekerjaan Anda berhubungan dengan klien, informasikan kepada mereka bahwa Anda akan cuti dan sudah menunjuk pengganti untuk mengambil alih tugas Anda selama Anda tidak ada. (f)


Ingin berlibur saat cuti panjang? Klik ini dulu!


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?