
Foto: 123RF
“Praktek bedah plastik estetika yang paling banyak dilakukan di Indonesia adalah memancungkan hidung, lalu disusul kelopak mata,” ujar dr. Budiman, SpBP-RE(K), MARS, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI). Bedah plastik estetika yang juga banyak dilakukan di Indonesia adalah sedot lemak dan tarik wajah.
Namun sebagai konsumen, dr Budiman mengatakan jangan lakukan bedah plastik estetika sembarangan. Karena sebagai dokter, ia sering mendapati korban suntik sililon cair. “Itu termasuk malpraktik karena silikon cair tidak boleh disuntikkan ke kulit. Untuk memperbaiki kerusakan akibat suntik silicon cair, terkadang perlu lebih dari satu kali operasi,” ungkapnya.
Untuk mencegah akibat yang tidak diinginkan, dr Irena Sakura Rini, MARS, SpBP-RE, wakil Ketua PERAPI pusat, bilang, jangan mudah percaya pada dokter yang mau dipanggil melakukan operasi di hotel dan memasang iklan. “Dokter tidak diperbolehkan mempromosikan diri lewat iklan atau memamerkan foto dirinya dengan artis yang ia operasi. Selain itu, jika dokter itu reputasinya baik tahu, jika terjadi hal-hal yang tidak diduga, reputasinya akan hancur bahkan bisa dicabut izin praktiknya,” ujar dr. Irene.
Ia juga mengingatkan, jangan mudah terbuai dengan iming-iming teknologi canggih yang digunakan oleh dokter bedah plastik estetika. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna, dokter bedah plastik estetika tidak terlalu tergantung teknologi mesin, yang paling berperan adalah keahlian tangan dokter bedah. Sangat personal touch. Seorang doktek bedah plastik estetika itu seperti desainer interior, arsitek, sekaligus ahli konstruksi. Harus punya selera seni.
Tak perlu jauh-jauh ke Korea Selatan atau Thailand, menurut dr. Budiman kemampuan dokter bedah plastik estetik Indonesia tak kalah kualitasnya. Karena secara berkala PERAPI mengadakan pertemuan ilmiah antar anggota, untuk saling berbagi ilmu dan meningkatkan kompetensi. Tahun ini Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-20 PERAPI digelar di Makassar, Mei lalu, dengan menghadirkan pakar bedah palstik dari berbagai negara dan dokter senior tanah air. (f)
Baca juga: Operasi Plastik Menginvasi Dunia


